Kata orang bahagia itu ketika kita memiliki segalanya. Memiliki rumah mewah, mobil, motor, pekerjaan dengan gaji tinggi, kontrakan dimana-mana, banyak uang dll. Namun, apakah itu yang namanya bahagia???
Kali ini saya akan membagikan beberapa hal kecil tapi membuat hati bahagia. Kuncinya adalah "Bersyukur".
Kenapa kita harus banyak-banyak bersyukur?
Simple saja, dengan bersyukur hati kan lebih tenang.
Contoh kisah, saya ambil dari kisah guru TK saya yg sekarang jadi kepala sekolah TK tempat saya mengajar. Sebut saja dia ibu mawar. Dia adalah seorang guru yg cantik, baik, tegas. Waktu saya TK guru ini sangat di senangi murid-muridnya termasuk saya hehe. Guru ini awet muda dari saya TK sampe saya dah lulus SMA wajah Bu mawar ini masih tetap sama, cuma sekarang agak lebih gemuk dibagian pipi dikit. Tapi tetap cantik.
Sempat bingung aja ko bisa ya, pernah berpikir bahwa jadi guru TK bukannya pusing ya kan anak muridnya gak bisa diem kadang bikin kesel hehe. Tapi ko Bu mawar awet muda. Ternyata rahasianya adalah sabar dan bersyukur. Dulu beliau masih seorang guru biasa, gajinya pun cuma <300rb dan sekarang jadi kepala sekolah gaji hanya 1jt perbulan. Padahal sudah bertahun-tahun jadi guru di TK itu.
Bayangkan saja, mungkin kalo orang lain yg diposisi itu gak akan kuat lama-lama. Dengan gaji yg minim tapi butuh kesabaran yg tinggi. Namun dilihat dari wajah beliau, dia gak pernah terlihat lelah dalam mengajar murid-muridnya. Satu tujuan beliau untuk murid-muridnya "bisa membaca dan menulis". Simple memang tapi tak semudah yg dibayangkan. Ketika anak sekecil itu disuruh belajar, padahal masanya dia sedang senang-senangnya main. Lari sana lari sini, nangis, berantem, acak-acakin buku dll. Butuh kesabaran yg sangat luar biasa.
Pernah suatu ketika beliau bilang kepada guru-guru yg lain. "Mereka(anak murid) memang kadang suka bikin kesel kita Bu, tapi dibalik itu semua mereka juga yg bikin kita ketawa dengan kepolosan mereka, yg buat kita gak jadi kesel sama mereka hehe" . "Melihat mereka bisa baca Qur'an, mengenal huruf Hijaiyah, menulis itu saja sudah membuat kita senang. Karena itu tandanya kita berhasil mendidik mereka dengan baik"
Waktu pertama kali saya di panggil untuk mengajar disana, kalimat yg sampai detik ini masih saya ingat adalah "ndah, gaji disini kecil, yg penting kita ikhlas ngajarnya. Karena kita juga gak mempersulit mereka dalam bayaran sekolah yg penting mereka bisa mengenal huruf, bisa baca saja itu dah baik.". Kejujuran, keikhlasan beliau sangat jarang saya temui.
Beberapa bulan ini sayapun merasakan kebahagiaan yg blm pernah saya rasakan sebelumnya. Saya yakin janji Allah itu pasti. Kisah beliau membuat saya ingin mencoba belajar sabar, ikhlas, dan banyak-banyak bersyukur. Dengan gaji yg tidaklah seberapa dibanding kerja di kantor dulu setengahnya aja gak ada hehe. Tapi saya lebih merasa bahagia banget di pekerjaan sekarang. Berangkat kerja baru masuk pintu kelas udah banyak yg menyambut, sang malaikat-malaikat kecil itu lari menghampiri dengan memberikan senyuman yg indah terpancar di wajahnya :). Walaupun kadang pas jam pelajaran ada aja tingkah mereka yg suka susah dibilangin tapi ketika waktu istirahat mereka dengan polosnya mencurahkan semua isi hati dan pikiran mereka ke gurunya. Senang sekali melihat mereka. Masih polos, masih jujur.
Menjadi seorang guru mungkin adalah cita-cita saya dulu waktu kecil, karena kalo ditanya bingung jawab apa ya bilang aja cita-citanya jadi guru hehe. Alhamdulillah kesampean. Saya sadar bahwa uang itu bukanlah segalanya. Jika uang adalah segalanya, apakah kebahagiaan bisa di beli dengan uang???. Coba pikirkan baik-baik, pernahkan kalian mendengar kalimat yg bunyinya kaya gitu. Uang adalah segalanya, padahal mah belum tentu begitu.
Punya uang banyak karena gaji besar, tapi kurang bersyukur, selalu merasa kurang aja, pengen ini itu gak pernah ada puasnya. Hal hasil hidup jadi gak nyaman dan berujung gak bahagia.
Tapi bandingkan
Punya uang sedikit karena gaji gak besar, tapi selalu bersyukur dengan semua nikmat yg Allah kasih, mengatur keuangan dengan baik, kerja ikhlas. Hal hasil hidup jadi nyaman dan berujung bahagia.
Bener gak?
Pernah nyoba?
Kalo saya pernah Alhamdulillah.
Rasanya enak loh ketika kita memilih pekerjaan yg gak banyak aturan dan gak memaksa kita meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim/muslimah. Biarin aja gaji kecil yg penting kalian kerja ikhlas karena Allah dan selalu bersyukur. Karena uang itu mudah dicari klo kitanya gak pernah lupa semua itu pemberian Allah.
Bahagia itu sederhana, ketika kita selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan pasti deh Allah gak akan pernah berhenti kasih kenikmatan ke kita karena kitanya selalu yakin sama Allah.
Sesungguhnya rezeki itu dah diatur sedemikian indahnya, tergantung sama kitanya apakah kita bisa menggunakannya dengan baik apa egk.
Karena kaya bukanlah dilihat dengan banyaknya materi (uang dkk), tapi kaya adalah ketika hati selalu dekat dengan Allah.
Allah lagi, Allah terus, Allah selamanya ada di hati, yg tak pernah putus.
Lain cerita, dulu ketika saya kerja di kantor dengan gaji yg lumayanlah pernah megang 1jt lebih tapi gak nyaman. Selalu merasa kurang. Kerja juga rasanya pengen cepet pulang karena bosen. Punya rekan kerja beda keyakinan dan memiliki pemikiran yg beda juga. Uang selalu habis gak pernah nyisa, rasanya gak pernah puas dan cukup.
Beginilah ketika kita kerja tapi hati gak nyaman dipekerjakan tersebut ya rasanya gak enak banget kan. Apa lagi dah mulai berkaitan dengan kepercayaan/keyakinan kita. Udah males banget deh. Males nyari ribut. Tapi Alhamdulillah Allah memberikan jalan lain sampai akhirnya Allah izinkan saya tuk mengajar.
Disamping itu Allah pun izinkan saya mengajar les beberapa anak tetangga. Masing-masing beda-beda orangnya. Gajipun gak seberapa tapi ya Alhamdulillah kalo digabung jadi banyak hehe. Sebenernya sih saya kerja juga gak terlalu mengedepankan gaji yg tinggi. Tapi lebih pada hati yg nyaman dan mencari pengalaman, syukur² kalo sekalian dapat jodoh, hehehe (bercanda, tapi kalo bener juga gpp hehe). Ada juga yg sebulan gak bayaran. Tapi entah kenapa ada juga yg malah ngasih bayarannya lebih, malah kaya gaji saya ngajar di TK hehe.
MasyaAllah, pokoknya nikmat banget deh temen-temen. Ketika kita menerapkan tiga hal ini (sabar, ikhlas, bersyukur) InsyaAllah hati bahagia. Intinya selama kita mampu melakukan hal yg dapat memberikan manfaat buat orang lain maka lakukanlah. Jangan gaji yg jadi utama, tapi jadikan ikhlas sebagai hal yg utama. Niatkan semata-mata hanya ingin mencari Ridho Allah. Bukan untuk dunia sesaat tapi untuk akhirat selamat.
Sebenernya masih panjang kisah yg saya ingin share ke teman-teman semua yg membacanya. Tapi kita lanjut di postingan selanjutnya ya. Iya semoga ada waktu buat nulisnya hehe (sok sibuk).
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Uang memang bisa digunakan untuk membeli apapun barang yg kita mau, tapi uang tidak bisa membeli kebahagiaan.
Ketika kita ikhlas menjalankan apapun pekerjaan yg kita dapat dan selama itu tidak mengganggu iman kita maka hatipun kan nyaman senyaman-nyamannya.
Dan perlu kita banyak belajar ikhlas, sabar, bersyukur dalam hidup ini. Ketika ketiga hal tersebut kita gunakan InsyaAllah hati kan tenang, dan bahagia.
Sejatinya seorang guru tidak pernah mengharapkan imbalan kepada muridnya. Karena guru sejati adalah ketika ia mampu mendidik muridnya dengan baik. Itupun sudah membuatnya bahagia.
#sr
Selasa, 12 Juni 2018
Kamis, 01 Maret 2018
Belajar dari pengalaman
Tak ada kata yang bisa tercurahkan banyak-banyak. Karena semua hal tak seharusnya di curahkan pada isi kehidupan.
Waktu terus berjalan, sampai tak terasa usiapun kian bertambah, wajah kian menua, raga kian lemah dan masa kian runyam...
Jika kata mampu mencurahkan semua yang dialami, bisa saja blog inikan penuh dengan jutaan kata yang tertuliskan. Akan tetapi, hati menolak untuk menuliskan semua hal. Mengapa? Karena diri ini tak mampu.
Bersyukur...
Satu kata ini sedang ku pelajari,
Sulit, itu pasti
Namun, nikmat untuk dijalani
Ya, ketika kita sudah menanamkan rasa syukur didalam hati kita maka buah dari itu adalah kenikmatan :)
Aku tak mampu menggambarkan rasa nikmat itu, tapi ini benar-benar nikmat.
Disaat keadaan kita membuat kita jenuh menjalaninya, nah disaat itu lah kita perlu melihat orang-orang dibawah kita. Orang-orang yg memiliki beban jauh lebih besar dari kita tapi memiliki kesabaran dalam dirinya, tetap tegar dalam menghadapinya bahkan tak mau menyerah sedikitpun
Sadarilah bahwa kita masih beruntung dari mereka.
Pernah setiap kali saya ke pasar tanah Abang, disana banyak sekali orang-orang yg jauh lebih sulit kehidupannya dibanding kita dalam masalah ekonomi. Banyak yg sudah lanjut usia, yg seharusnya menikmati kenyamanan malah tidur saja beralaskan kardus bekas yg di letakkan dalam gerobak-_- . Ada pula orang tuna netra yg selalu berusaha kerja ditengah keterbatasannya. Mereka tak ingin meminta-minta. Inilah yg seharusnya jadi bahan renungan untuk kita semua termasuk saya pribadi.
Selama ini mungkin kita banyak berkomentar terhadap makanan yg akan kita makan, yg padahal seharusnya kita gak boleh mengomentari makanan itu.
Selama ini mungkin kita banyak mengeluh dengan apa yg telah kita miliki, yg padahal diluar sana banyak yg menginginkan di posisi kita saat ini. Penuh kenyamanan, yg cuma minta-minta sama orang tua-_-
Sedih...
Diri pun terkadang suka mengeluh akan sesuatu hal,
Diri pun yg kadang terpancing emosi saat kenyataan tak sesuai perkiraan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
25.2
Tepat di Minggu terakhir bulan Februari kemarin, usia pun bertambah. Tambah tua, tapi ilmu masih sedikit banget-_- . Jujur saja, diri mengharapkan sahabat mengingat tgl tersebut tapi yg ingat hanya satu orang sahabat saya saja-_- sedih sih karena yg masih ingat cuma satu orang aja di antara banyak orang. Tapi bersyukur, karena masih ada sosok sahabat yg sampai saat ini masih perduli. Semoga persahabatan kita ini sampai Jannah-Nya aamiin...
Hari terus berjalan, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif. Ternyata bener ya, ketika perasaan hati kita sedang runyam lebih baik sibukin diri aja. Ya memang itu gak bisa langsung baik, tapi setidaknya bisa lebih membaik dari sebelumnya :)
Dari tahun kemarin jujur saja, ada sedikit masalah dengan perihal hati karena dah ditolak 3 kali-_- . Ehhhh tapi ini bukan ditolak sama Fulan ya hehe. Tapi di tolak masuk univ dari 3 jalur yg saya ikuti. Namun dibalik itu semua, ternyata ada sesuatu yg ingin Allah tunjukkan ke saya.
Allah beri saya banyak jalan yg dimana saya dapat banyak pelajaran dari apa yg saya lewati. Setelah akhir sbm saya di terima di salah satu perusahaan Perbelanjaan di daerah Puri. Ini mungkin bukan keinginan saya namun, keinginan ortu membuat saya melakukannya. Setelah dicoba kerja disana hal hasil gak betah. Sebenernya bukan karena pekerjaannya, tapi karena pakaiannya-_- iya masih pake kerudung tapi di masukin ke baju-_- . Mencoba tuk di betah-betahin dan di niatkan untuk mengambil pelajarannya aja. Tepat pada hari ke 4 saya kerja disana Alhamdulillah dapat panggilan lagi di salah satu perusahaan daerah Puri juga, tapi ini lebih dekat sama rumah. Akhirnya saya memutuskan tuk keluar dari pekerjaan sebelumnya. Lanjut ke pekerjaan yg baru ini. Alhamdulillah banget, bosnya gak mempermasalahkan pakaian yg saya kenakan. Yg terpenting adalah tidak mengganggu perkejaan saya. Seneng banget dong, pakaian tetap memenuhi syariat jadi kerja juga enak aja :) ya walau kerja di bagian administrasi perkantoran yg padahal itu sama sekali saya gak ngerti hehe. Sekolah aja lulusan SMA jurusan IPA. Nah itu gak belajar ekonomi atau akuntansi hehe, bayangkan aja gimana saya saat itu. Tapi dengan PD nya saya keluar dari pekerjaan sebelumnya padahal belum ada kepastian waktu itu di pekerjaan ini. Tapi Allah memang maha Adil, ketika kita menginginkan sesuatu yg baik dan itu di niatkan semata-mata hanya karena ingin menjalankan syariat-Nya maka hal yg mungkin mustahil malah bisa terjadi diluar dari apa yg kita pikirkan.
Selama ini mungkin saya maupun beberapa orang berpikir bahwa gak mungkinlah lulusan SMA bisa kerja di kantoran, min kan S1 biar kerjanya di kantoran. Eh ternyata pas saya ngerasain sendiri, semua pernyataan itu salah besar. Bahwa di dunia pekerjaan bukan hanya pendidikan yg di pandang. Tapi adab dan kemampuan kalian yg di nilai.
Setelah 3 bulan bekerja disana, saya pun memutuskan keluar dari pekerjaan tersebut. Ada alasan yg kuat yg membuat saya mantap tuk keluar. Bukan karena pekerjaan tapi di luar itu. Yahh gitu dah hehe
Kemudian setelah ini saya fokus ke usaha jualan. Apa aja dah yg bisa di jual saya jual hehe. Sebenernya ini hanya usaha sampingan aja. Biar diri ini sibuk. Sampai pada bulan Desember ada tawaran untuk menjalankan usaha di sekolahan yg keuntungannya di bagi dua buat Rohis. Alhamdulillah, ada peluang nih buat berbisnis dan ditambah lagi nyari pahala. Karena keuntungannya untuk mensyiarkan Islam di sekolah sendiri. Ini berjalan sampai bulan Februari 2018 ini.
Jujur saja saat menjalani kerjaan ini ada rasa malu, malu ketemu guru-guru. Malunya itu karena belum bisa memberikan yg terbaik buat guru-_- tapi entah kenapa dalam proses ini banyak saya temui orang-orang yg tanpa sadar ini kaya seolah-olah Allah kasih semangat saya buat mewujudkan mimpi-mimpi saya. Melalui beberapa orang ini yg membuat saya tambah semangat :)
Tepat di pertengahan bulan Februari ini saya dapat panggilan untuk mengajar di TK deket rumah. Entah kenapa banyak sekali hal yg Allah kasih kesaya yg dulu pernah saya inginkan sekarang terwujud satu persatu. Mulai dari buka usaha, ngajar dll. Hingga sampai saat ini saya sedang belajar ngajar di tempat itu. Bertemulah dengan banyak anak-anak kecil membuat suatu kebahagiaan tersendiri plus mengingat masa-masa kecil saya dulu hehe entah siapa aja temen TK saya dulu, sampai lupa. Hanya ingat beberapa doang itu pun gak tau dah dia inget saya apa egk hehe suka malu sendiri kalo ketemu temen TK.
Dari sedikit cerita ini apa ada pelajarannya??? Bagaimana menurut kamu yg telah membaca? :)
Kalo menurut saya dari sedikit cerita ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa di balik ujian yg kita hadapi, sesedih apapun itu ingat bahwa Allah mempunyai jalan yg jauh lebih indah dari apa yg kita harapkan. Coba aja saya tahun kemarin masuk univ mungkin saya gak akan merasakan hal ini. Dimana saya dapat belajar rasanya bersabar, ikhlas dan rasa syukur. Sabar atas ketetapan Allah, ikhlas atas apa yg telah hilang, dan bersyukur atas apa yg telah dimiliki :)
Semoga sedikit kisah pengalaman saya ini bisa menginspirasi kalian yg membacanya.
Sejatinya saya bukanlah orang yg sempurna. Saya hanya manusia biasa. Sekedar ingin berbagi pengalaman :) . Jadi jangan suuzon sama Allah, yakinlah Allah telah merencanakan seindah mungkin untuk jalan hidup kita asalkan kita berbaik sangka sama Allah :)
Wallahu alam.
25.2
Tepat di Minggu terakhir bulan Februari kemarin, usia pun bertambah. Tambah tua, tapi ilmu masih sedikit banget-_- . Jujur saja, diri mengharapkan sahabat mengingat tgl tersebut tapi yg ingat hanya satu orang sahabat saya saja-_- sedih sih karena yg masih ingat cuma satu orang aja di antara banyak orang. Tapi bersyukur, karena masih ada sosok sahabat yg sampai saat ini masih perduli. Semoga persahabatan kita ini sampai Jannah-Nya aamiin...
Hari terus berjalan, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif. Ternyata bener ya, ketika perasaan hati kita sedang runyam lebih baik sibukin diri aja. Ya memang itu gak bisa langsung baik, tapi setidaknya bisa lebih membaik dari sebelumnya :)
Dari tahun kemarin jujur saja, ada sedikit masalah dengan perihal hati karena dah ditolak 3 kali-_- . Ehhhh tapi ini bukan ditolak sama Fulan ya hehe. Tapi di tolak masuk univ dari 3 jalur yg saya ikuti. Namun dibalik itu semua, ternyata ada sesuatu yg ingin Allah tunjukkan ke saya.
Allah beri saya banyak jalan yg dimana saya dapat banyak pelajaran dari apa yg saya lewati. Setelah akhir sbm saya di terima di salah satu perusahaan Perbelanjaan di daerah Puri. Ini mungkin bukan keinginan saya namun, keinginan ortu membuat saya melakukannya. Setelah dicoba kerja disana hal hasil gak betah. Sebenernya bukan karena pekerjaannya, tapi karena pakaiannya-_- iya masih pake kerudung tapi di masukin ke baju-_- . Mencoba tuk di betah-betahin dan di niatkan untuk mengambil pelajarannya aja. Tepat pada hari ke 4 saya kerja disana Alhamdulillah dapat panggilan lagi di salah satu perusahaan daerah Puri juga, tapi ini lebih dekat sama rumah. Akhirnya saya memutuskan tuk keluar dari pekerjaan sebelumnya. Lanjut ke pekerjaan yg baru ini. Alhamdulillah banget, bosnya gak mempermasalahkan pakaian yg saya kenakan. Yg terpenting adalah tidak mengganggu perkejaan saya. Seneng banget dong, pakaian tetap memenuhi syariat jadi kerja juga enak aja :) ya walau kerja di bagian administrasi perkantoran yg padahal itu sama sekali saya gak ngerti hehe. Sekolah aja lulusan SMA jurusan IPA. Nah itu gak belajar ekonomi atau akuntansi hehe, bayangkan aja gimana saya saat itu. Tapi dengan PD nya saya keluar dari pekerjaan sebelumnya padahal belum ada kepastian waktu itu di pekerjaan ini. Tapi Allah memang maha Adil, ketika kita menginginkan sesuatu yg baik dan itu di niatkan semata-mata hanya karena ingin menjalankan syariat-Nya maka hal yg mungkin mustahil malah bisa terjadi diluar dari apa yg kita pikirkan.
Selama ini mungkin saya maupun beberapa orang berpikir bahwa gak mungkinlah lulusan SMA bisa kerja di kantoran, min kan S1 biar kerjanya di kantoran. Eh ternyata pas saya ngerasain sendiri, semua pernyataan itu salah besar. Bahwa di dunia pekerjaan bukan hanya pendidikan yg di pandang. Tapi adab dan kemampuan kalian yg di nilai.
Setelah 3 bulan bekerja disana, saya pun memutuskan keluar dari pekerjaan tersebut. Ada alasan yg kuat yg membuat saya mantap tuk keluar. Bukan karena pekerjaan tapi di luar itu. Yahh gitu dah hehe
Kemudian setelah ini saya fokus ke usaha jualan. Apa aja dah yg bisa di jual saya jual hehe. Sebenernya ini hanya usaha sampingan aja. Biar diri ini sibuk. Sampai pada bulan Desember ada tawaran untuk menjalankan usaha di sekolahan yg keuntungannya di bagi dua buat Rohis. Alhamdulillah, ada peluang nih buat berbisnis dan ditambah lagi nyari pahala. Karena keuntungannya untuk mensyiarkan Islam di sekolah sendiri. Ini berjalan sampai bulan Februari 2018 ini.
Jujur saja saat menjalani kerjaan ini ada rasa malu, malu ketemu guru-guru. Malunya itu karena belum bisa memberikan yg terbaik buat guru-_- tapi entah kenapa dalam proses ini banyak saya temui orang-orang yg tanpa sadar ini kaya seolah-olah Allah kasih semangat saya buat mewujudkan mimpi-mimpi saya. Melalui beberapa orang ini yg membuat saya tambah semangat :)
Tepat di pertengahan bulan Februari ini saya dapat panggilan untuk mengajar di TK deket rumah. Entah kenapa banyak sekali hal yg Allah kasih kesaya yg dulu pernah saya inginkan sekarang terwujud satu persatu. Mulai dari buka usaha, ngajar dll. Hingga sampai saat ini saya sedang belajar ngajar di tempat itu. Bertemulah dengan banyak anak-anak kecil membuat suatu kebahagiaan tersendiri plus mengingat masa-masa kecil saya dulu hehe entah siapa aja temen TK saya dulu, sampai lupa. Hanya ingat beberapa doang itu pun gak tau dah dia inget saya apa egk hehe suka malu sendiri kalo ketemu temen TK.
Dari sedikit cerita ini apa ada pelajarannya??? Bagaimana menurut kamu yg telah membaca? :)
Kalo menurut saya dari sedikit cerita ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa di balik ujian yg kita hadapi, sesedih apapun itu ingat bahwa Allah mempunyai jalan yg jauh lebih indah dari apa yg kita harapkan. Coba aja saya tahun kemarin masuk univ mungkin saya gak akan merasakan hal ini. Dimana saya dapat belajar rasanya bersabar, ikhlas dan rasa syukur. Sabar atas ketetapan Allah, ikhlas atas apa yg telah hilang, dan bersyukur atas apa yg telah dimiliki :)
Semoga sedikit kisah pengalaman saya ini bisa menginspirasi kalian yg membacanya.
Sejatinya saya bukanlah orang yg sempurna. Saya hanya manusia biasa. Sekedar ingin berbagi pengalaman :) . Jadi jangan suuzon sama Allah, yakinlah Allah telah merencanakan seindah mungkin untuk jalan hidup kita asalkan kita berbaik sangka sama Allah :)
Wallahu alam.
Langganan:
Postingan (Atom)
