Sabtu, 25 November 2017

Kids Zaman Now, Yuk Beradab

       Seseorang anak yg dididik dengan sedemikian indahnya menikmati hasil kerja orang tuanya. Semua yg diinginkannya selalu di turuti tanpa batas, membuat anak tersebut tidak paham dengan arti kehidupan yg sebenarnya.
Kebanyakan mereka bersikap egois, selalu ingin diperhatikan dan tak tau rasanya berjuang.
Saya memang belum menjadi orang tua, namun saya sudah merasakan jadi seorang anak.
Ketika ortu marah kepada kita, sering sekali ngomel. Tau kah anda, bahwa setiap ucapannya itu yg membuat kita terus mengingatnya. Setiap perkataannya membuat kita dapat belajar arti kehidupan.
Maka bersyukurlah memiliki ortu yg suka memarahimu dengan mulutnya.

Coba kita lihat di zaman sekarang.
Menurut saya zaman sekarang banyak anak yg dididik dengan perlakuan begitu istimewa seperti seorang raja/ratu. Semua keinginan terpenuhi bagaimanapun caranya. Tanpa dididik soal kehidupan sesungguhnya, tanpa dididik soal agama.
Mereka merasa agama sudahlah paham. Padahal kapan dia belajar agama? Di sekolah? Yakin cukup?
Sedikit renungan untuk kids zaman now.
Saya tidak ingin membahas lebih jauh tentang cara mendidik seorang anak karena saya blm merasakan di posisi itu. Dan rasanya tidak pantas sekali untuk menyinggung kesana.

Kids zaman now. Diperlakukan istimewa oleh orang tua memang menyenangkan, namun perlu diingatkan pada diri sendiri, bahwa kita hidup kedepannya apa terus bergantung pada orang tua?
Apa gak malu?
Pada masa pelajar memanglah kewajiban kita ya belajar, namun disampingnya itu selipkan waktu mu untuk membantu pekerjaan orang tua. Sering cerita ke ortu mungkin salah satu cara yg membuat kamu mendapatkan pelajaran hidup.
Karena hidup bukan hanya belajar disekolah saja tapi ada pelajaran di lingkungan sekitar kita yang harus kita pelajari.

Jika diri selalu merasakan kenikmatan lantas bagaimana kita belajar bersyukur?
Jika diri selalu mengandalkan orang lain, lantas bagaimana kita belajar ikhtiar?

Hidup bukanlah sebuah permainan, dimana kamu menganggap hidup ini tak berarti.
Hidup adalah pilihan, karena setiap langkahnya memiliki banyak arah. Disitulah kita belajar, gimana caranya agar kita tak salah pilih.

Mencoba untuk memahami kondisi zaman sekarang yg berkaitan dengan adab.
Bicara soal adab, miris sekali melihat orang yg kebanyakan lebih mengutamakan ilmu dibanding adab. Padahal belajar adab tak mudah. Namun banyak orang yg menyepelekannya, beranggapan bahwa jika MENURUT DIRINYA benar maka dia tak perduli dengan orang lain sekalipun orang itu lebih tua darinya.
Sekilas cerita, saya punya temen disekolah. Waktu itu sedang masuk jam KBM (kegiatan belajar mengajar). Nah yang ngajar ini gurunya sangat baik. Beliau mengajar untuk anak murid yg benar-benar mau belajar. Setiap pelajarannya pasti ada yang tertidur. Beliau tau kalau ada muridnya yang tidur. Tapi beliau gak pernah marah, karena beliau adalah sosok yang luar biasa menurut saya bahkan menurut murid lainnya pun demikian. Karena beliau setiap memulai pelajaran selalu nasehatin murid-muridnya untuk beribadah dll (hal yg baik-baik). Beliau akan sangat marah ketika pada saat tadarus ada murid yang bercanda, ngobrol dan hal diluar dari pada tadarus.

Dari sedikit cerita ini kita bisa mengambil sisi si murid ini. Perlakuan guru yang teramat baik namun di balas dengan perlakuan yang menurut saya kurang beradab. Coba saja rasakan ketika kita lagi bicara terus malah ditanggapin dengan tidur. Bagaimana perasaannya. Ditambah lagi usaha guru yg rumahnya jauh, datang ke sekolah buat mengajari kita pelajaran yg sangatlah bermanfaat, lalu apakah dengan sikap kita yg seperti itu pantas dikatakan bahwa kita murid yg menghargai guru? Pantaskah kita dibilang murid yang hormat terhadap guru?

Saya mengerti, memang kita cape, lelah dengan tugas yang kita dapatkan disekolah. Bahkan bisa sampai larut malam mengerjakannya (bagi orang yang berusaha). Tapi ingat, bukan hanya kita sendiri yang cape. Lihat lah disekeliling kalian. Merekapun merasakan hal yang sama, namun coba perhatikan ada gak yang gak pernah tidur saat jam KBM berlangsung? Jika ada, kenapa dia bisa? Pernahkah kalian bertanya hal itu padanya?
Lalu masihkah kita pantas untuk mengeluh cape, padahal diluar sana masih banyak orang yang ingin sekolah namun tak bisa karena keterbatasan biaya.

Jujur saja saya miris sekali, saya mungkin tidak di posisi guru itu. Namun saya membayangkan gimana rasanya jika saya diposisi itu.
Coba kita renungkan sejenak, guru kita sudah menikah. Beliau memiliki tanggungan, beliau memiliki tanggung jawab terhadap keluarga dan terhadap murid yang diajarinya. Beliau membagi waktunya sedemikian luar biasa, pastilah mereka merasakan perasaan yg berat ketika harus mengorbankan salah satu dari kewajibannya. Terus ketika disekolah kita murid-muridnya malah gak bisa di aturlah, semaunya sendiri, bahkan tak jarang banyak siswa yang menjelek-jelekkan gurunya sendiri-_- miris banget memang.

Ini sebagai renungan buat kita termasuk saya sendiri.

Ada kisah lain, mengenai anak dan ortu.
Entah ini terjadi di sekeliling kalian atau egk. Tapi ini terjadi di daerah deket rumah saya. Dulu ada yang ngontrak di dekat rumah. Entah anak ini salah didik atau salah pergaulan ya. Cara bicara anak ini dan orang tuanya itu sama. Yah klo cara bicaranya baik sih gak masalah. Yang jadi masalah adalah bicaranya yang gak seharusnya dia ucapkan malah diucapkan. Kaya ngatain orang dengan sebutan anj**g, ba*i, bahkan lebih parah dari itu. Antara anak dan ortunya ini pas lagi berantem semua itu keluar dari mulut mereka seolah di dunia ini gak ada orang, jadi mereka seenaknya aja.
Alhamdulillah nya mereka ngontrak gak lama. Jadi rasanya enak sekali gak denger kejadian kaya gitu lagi, hehe

Sempat heran aja, ko bisa mereka mengucapkan sesuatu yang gak sepantasnya diucapkan ya?
Ini salah ortunya atau anaknya yang salah gaul? Atau dua-duanya yang salah?

Hal ini mungkin bukanlah satu/dua keluarga saja yang pernah saya temui.
Dari kisah ini saya tarik kesimpulan bahwa menjadi ortu itu tak mudah, dimana tanggungjawab yg diberikan sangatlah berat. Dan kebanyakan anak mengikuti apa yg diajarkan ortunya. Sedikit sekali seorang anak yang bisa mengerti keadaan ortu dan bisa membedakan mana yang baik dicontoh dan kurang baik dicontoh.
Karena itu kita yang masih jadi seorang anak yuk sama-sama belajar mengerti sifat, sikap ortu kita sendiri. Sehingga kita tak mudah membuat ortu kita marah-marah karena kelakuan kita. Banyak-banyak berkawan dengan orang yg senantiasa hatinya selalu mengingat Allah. Sehingga in Shaa Allah kita pun akan melakukan kebaikan yg sama. Tapi bukan berarti kita tak boleh berkawan dengan orang yg gaulz² itu. Bergaullah dengan siapa saja asal kamu bisa mewarnai mereka dengan hal² yg positif bukan malah kamu yg terwarnai dengan hal² yang negatif.

Ketika kita beradab, kita akan dihargai, di hormati. Karena kebanyakan orang menilai orang lain itu yang pertama adalah adab. Bagi saya pribadi pun, percuma kita jenius klo dalam diri kita sendiri gak tau adab. Lalu bagaimana menurut kalian?



"Orang yang tinggi adab walaupun kekurangan ilmu, lebih mulia dari orang yang banyak ilmu tapi kekurangan adab" (Habib Umar bin Hafedz)

"Hendaklah adab sopan anak-anak itu dibentuk sejak kecil karena ketika kecil mudah membentuk dan mengasuhnya. Belum dirusakkan oleh adat kebiasaan yang sukar ditinggalkan." ( Hamka )


Sungguh begitu pentingnya adab.


Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,
ุชุนู„ู… ุงู„ุฃุฏุจ ู‚ุจู„ ุฃู† ุชุชุนู„ู… ุงู„ุนู„ู…
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”


Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,
ุจุงู„ุฃุฏุจ ุชูู‡ู… ุงู„ุนู„ู…
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”
Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.
Ibnul Mubarok berkata,
ุชุนู„ู…ู†ุง ุงู„ุฃุฏุจ ุซู„ุงุซูŠู† ุนุงู…ุงً، ูˆุชุนู„ู…ู†ุง ุงู„ุนู„ู… ุนุดุฑูŠู†
“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
Ibnu Sirin berkata,
ูƒุงู†ูˆุง ูŠุชุนู„ู…ูˆู† ุงู„ู‡ุฏูŠَ ูƒู…ุง ูŠุชุนู„ู…ูˆู† ุงู„ุนู„ู…
“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”
Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok,
ู†ุญู† ุฅู„ู‰ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฃุฏุจ ุฃุญูˆุฌ ู…ู†ุง ุฅู„ู‰ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุญุฏูŠุซ
“Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” 
Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.

Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata,
ู…ุง ู†ู‚ู„ู†ุง ู…ู† ุฃุฏุจ ู…ุงู„ูƒ ุฃูƒุซุฑ ู…ู…ุง ุชุนู„ู…ู†ุง ู…ู† ุนู„ู…ู‡
“Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.” –
Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata,
ุชุนู„ู… ู…ู† ุฃุฏุจู‡ ู‚ุจู„ ุนู„ู…ู‡
“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”
Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini.


*Berdo'alah agar memiliki adab dan akhlak yang mulia*
Dari Ziyad bin ‘Ilaqoh dari pamannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a,
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ู…ُู†ْูƒَุฑَุงุชِ ุงู„ุฃَุฎْู„ุงَู‚ِ ูˆَุงู„ุฃَุนْู…َุงู„ِ ูˆَุงู„ุฃَู‡ْูˆَุงุกِ
“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)
Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lainnya,
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู‡ْุฏِู†ِู‰ ู„ุฃَุญْุณَู†ِ ุงู„ุฃَุฎْู„ุงَู‚ِ ู„ุงَ ูŠَู‡ْุฏِู‰ ู„ุฃَุญْุณَู†ِู‡َุง ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ ูˆَุงุตْุฑِูْ ุนَู†ِّู‰ ุณَูŠِّุฆَู‡َุง ู„ุงَ ูŠَุตْุฑِูُ ุนَู†ِّู‰ ุณَูŠِّุฆَู‡َุง ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ
“Allahummahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdi li-ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi-ahaa, laa yashrif ‘anni sayyi-ahaa illa anta [artinya: Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau].” (HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib)
ุฃุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฒุฑู‚ู†ุง ุงู„ุฃุฏุจ ูˆุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚
Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar mengaruniakan pada kami adab dan akhlak yang mulia.

_________________________________________________

Semoga sedikit kisah dan kata-kata yang saya tuliskan bermanfaat :).
Mohon maaf jika ada pendapat saya pribadi tidak sesuai.
Jika kalian punya kisah-kisah yang dapat di ambil pelajarannya, yuk sharing dengan memberi komentar di blog ini.

Terimakasih telah membaca :)

#jadikanmalamminggumubermanfaat

Senin, 31 Juli 2017

Fulan sang pejuang

Hari ini saya akan berbagi sedikit kisah tentang teman saya yang luar biasa, hingga banyak yang mengagumi usaha dan kecerdasannya.
Tanpa basa-basi langsung saja... Hehe


     Sebut saja dia Fulan, dia adalah teman sekolah saya. Kurang lebih sudah dua tahun saya sekelas dengannya. Semasa SMA kelas 1 saya belum mengenalnya, pernah melihatnya atau tidak saya pun tidak tau hehe. Tapi ketika saya kls 2 sekelas dengannya, saya melihat dia sangat pintar sekali. Bahkan dia berbeda dengan laki-laki yang lain. Wajar jika banyak guru dan teman-teman yang membicarakannya. Bukan membicarakan hal buruk, tapi membicarakan hal baik.


     Dia ikut salah satu ekskul di sekolah dan menjadi ketua eskul yang dia ikuti itu. Waktu pengambilan raport, mama saya berbicara dengan salah seorang ibu murid sebut saja dia ibu si A. Ibu ini menceritakan sosok Fulan pada mama saya. Ibu ini bilang "dia pintar ya peringkat nya pun bagus, kalo di rumah nih Bu dia mau disuruh orang tuanya ke pasar padahal dia anak laki-laki. Anak saya aja gak mau kalo disuruh ke pasar. Dia rajin banget Bu,". Nah kurang lebih ibu si A ini bilang begitu.
Masya Allah, keren kan? Pintar, rajin, berbakti sama orang tua lagi.

     Di ekskul pun yang saya lihat memang dia sosok yang tanggungjawab saat laki-laki yang lain tidak bergerak untuk membantu tapi dia sebagai ketua tidak tinggal diam dan tidak hanya berpakutangan. Itu bukanlah tipe dia banget deh. Dia membuktikan bahwa dia tetap menjalankan tugas sekalipun itu bukan tugasnya tetap dia kerjakan.

Setiap istirahat dia selalu kemasjid, jajan di kantin pun jarang. Kadang suka bawa bekal dari rumah. Dia juga rajin puasa Senin Kamis. Sempat saya melihat di saku bajunya itu ada Alqur'an yg selalu dia bawa kemana-mana. Masya Allah...
Di kelas pun disaat tidak ada guru, dan disaat anak-anak lain pada mainan dia hanya diam dipojok dan baca Al Qur'an. Sosok laki-laki yg populasinya terancam punah hehe. Bagaimana tidak, dizaman ini jarang banget ada seorang laki-laki yg memiliki sikap seperti Fulan ini. Memang ada tapi amat teramat jarang sekali, wajar jika banyak yg mengaguminya, baik saya, teman-teman dan guru-guru semua mengaguminya. Luar biasa...

Menjelang semester akhir dia pindah ke Bekasi. Tapi tetap sekolah di Jakarta. Yang membuat semakin orang-orang kagum adalah dia tidak terlambat datang ke sekolah malah datangnya pagi-pagi banget, saya aja yang rumahnya deket tapi sampe sekolah selalu pas bel -_- agak sedikit malu sih dengan perjuangannya tapi yaa mau gimana lagi. Mungkin sekalipun Fulan telat pasti gak akan diomelin guru karena jarak rumah dan sekolah yg teramat jauh yg membuat guru juga gak akan tega klo kasih poin telat buat dia. Tapi dia selalu mengusahakan agar dia tidak telat masuk sekolah-_- . Memang sebuah perjuangan yg teramat besar. Semoga itu adalah sebagian dari jihadnya.

Jarak bukanlah penghalang dalam beraktivitas. Fulan membuktikan hal itu. Selama di ekskul/di organisasi yg dia ikuti, meskipun rumahnya jauh tapi Fulan tetap hadir ketika syuro (rapat), dan tetap meluangkan waktu untuk datang ke acara itu meskipun saat rapat dia hanya laki-laki sendiri, tapi itu bukanlah halangan baginya. Dari sinilah dia bisa menunjukkan sikap tanggungjawabnya. Mungkin klo laki-laki yang lain jika diposisi dia palingan males banget kali buat hadir rapat. Ya karena itu hal yg membosankan klo kita gak berpikir niatan dari rapat itu apa.



Pada saat pengumuman SNMPTN tiba.....
Hasilnya sangatlah menakjubkan, Alhamdulillah Fulan di terima di salah satu universitas negeri yg ada di Jakarta jurusan kedokteran. Mungkin semua orang kaget tapi kagetnya membuat senang, ya karena ada siswa yg sangat berprestasi dan masuk jurusan kedokteran, itu membuat sebuah rekor luar biasa (lebay ya saya hehe) entah harus berkata apa tapi jujur setelah tau itu makin banyak yg mengagumi dia, Masya Allah. Semoga dia Istiqomah dijalanNya dan menjadi dokter yg bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Aamiin...

Dari sedikit kisah ini, saya mendapatkan sebuah pelajaran bahwa tidak ada yg namanya usaha sia-sia jika kita terus ikhtiar dan tawakal. Terkadang jika kita ingin menggapai sebuah hasil yg luar biasa maka kita harus memperjuangkannya meskipun berat tapi akan terbayar nantinya. Ingat kawan bahwa Allah tidak tidur, dan Allah tau segala apa yang hambaNya lakukan .

Semoga dari kisah singkat ini dapat bermanfaat ^_^

Sabtu, 17 Juni 2017

Jadilah pecinta sejati yang cintanya setegar Salman Al Farisi




Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.

Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.

Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah, pelamaran.

Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua sahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”

Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah  dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.

Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]

semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah Salman ini.

Minggu, 28 Mei 2017

Mengagumi seseorang

Part 1

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh^_^

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi kisah, yahh bisa dibilang ujung-ujungnya nanti curhat hehe

Pernahkah kalian mengagumi seseorang?
Ya seseorang disana hehe
Entah ini hanyalah sebuah hayalan ataukah kenyataan, sempat berpikir bahwa "ngapain ngagumin orang nanti ujung-ujungnya Baper" tapi kenyataan memang bisa dibilang gitu tapi gk begitu juga (bingung kan hehe) hm

Ketika kita mengagumi seseorang pasti karena ada hal yg kita suka darinya baik sikap, fisik, akhlak dll. Setiap orang mengaguminya beda-beda

Ada sedikit kisah saya dan beberapa orang yg saya kagumi, yaa cukup banyak sih orang yg saya kagumi hehe karena dari sana sayapun bisa belajar darinya

Baiklah saya akan berbagi kisah itu, tapi tak semuanya hehe

Kisah ini terjadi waktu SMA, masa-masa dimana kita banyak menemukan sebuah kejadian yg membuat kita berpikir (itu sih menurut pendapat saya).

Pada waktu itu saya dipertemukan dengan kumpulan orang berhijab panjang-panjang, sempat berpikir "apa gk panas ya pake kaya gitu, apa gk ribet pake begitu, apa gk aneh pake begitu...." Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Hingga sayapun terbawa arus menuju tempat dimana gk pernah saya tempati sedikitpun. Ya tempat itu adalah sebuah organisasi Islam di sekolah saya. Hingga akhirnya pun saya terinspirasi dengan kakak yg berhijab panjang itu. Setelah saya coba untuk menggunakannya, alhasil.... Jadi nyaman banget ^_^ . Semua pertanyaan yg datang dipikiranpun terjawab satu persatu sampai pertanyaanpun terjawab semuanya. Karena sudah dicoba. Do'akan ya teman-teman semoga saya Istiqomah aamiin

Awalnya tak pernah sedikitpun akan berubah kaya gini dalam berpakaian. Tapi Allah punya cara lain, Allah mengarahkan saya ke tempat yg membuat saya nyaman dan mendatangkan  orang-orang yg membuat saya terinspirasi olehnya.

Jadi gk ada kata mustahil di dunia ini, jika Allah berkehendak maka hal mustahil itu akan menjadi mungkin. Teruslah memperbaiki diri :-)

Kemudian saya dipertemukan lagi dengan orang yg dulu saya gk kenal sama dia, tapi karena sekelas ya lama-lama kenal hehe
Awalnya saya biasa aja, saya hanya salut saja dengan ke aktifannya dalam berkomunikasi. Sampai saya ingin bisa aktif juga kaya dia hehe. Lebih tepatnya gk maluan gitu klo ngomong depan banyak orang :-D

Setiap kali ketemu dan dijalan liat, dia selalu Negor beda dengan yg lain. Entah kenapa ini orang hehe,
Entah dari mana harus saya ceritakan, intinya sampai suatu hari dimana saya melihat perubahannya. Perubahannya yg jauh lebih baik. Disitulah saya mulai memperhatikannya (bukannya kenapa-kenapa, hanya saja saya penasaran hehe).
Dia pernah menceritakan dengan suatu hal dimana dia ingin hijrah.
Dalam proses hijrahnya menurut saya berat. Karena dia harus meninggalkan kebiasaannya, ya itu pasti harus dilakukan untuk orang-orang yg ingin berhijrah. Meninggalkan kebiasaan buruknya.
Sampai diapun terlihat menyendiri, sedangkan disekitarnya teman-temannya pada bermain, bermain yg mungkin itu tak ada manfaatnya hm.

Sempat merasa sedih ketika melihatnya termenung sendiri, namun komitmennya untuk berubah bisa dibilang cukup kuat dengan keadaan yg kaya gitu...
Perlahan namun pasti diapun mulai membiasakan setiap pulang sekolah ke masjid untuk sholat dulu baru pulang, dan perlahanpun dia menjauh dari lawan jenis. Bukan karena sombong atau apapun itu, tapi mungkin dia ingin menjaga. Ya dia tak lagi berani menegur saya lagi jika gk ada hal penting :-) . Diapun mulai berhenti mencontek, atau berlaku kecurangan lainnya. Mulai senang membahas soal agama dll.

Dari sedikit kisah itu aku mulai mengaguminya. Mengagumi proses hijrahnya. Hingga aku yakin bahwa memang tak mudah untuk hijrah namun, kalau kita yakin untuk hal kebenaran maka hal yg sulit sekalipun pasti bisa dilewatkan. Tetap semangat ya sahabat ^_^ . Ya, dia adalah sahabat saya :-)

Masih ada beberapa kisah lainnya, yg mungkin akan panjang banget kalau ditulis semua hehe...


Part 2

Pada bagian ini saya akan sedikit membahas mengenai manfaat dari mengagumi seseorang dan akibat ketika kita berlebihan mengaguminya.
Manfaatnya apa sih???
Manfaatnya adalah dengan kita mengagumi seseorang pasti kita menyukai sikap/akhlak/fisiknya dll kan, nah itu yg membuat kita akan termotivasi. Contoh kita mengagumi seseorang karena akhlaknya.
"Wah, dia baca Qur'an nya bagus ya, merdu banget suaranya. Pengen belajar ah, supaya kaya dia" alhasil kita jadi lebih semangat lagi belajar baca Qur'an nya.
Contoh lain "Masya Allah dia tampan ya, baik juga lagi. Suka bantu orang kesulitan. Aku mah boro-boro. Tapi bisa kali ya aku kaya dia" . Dan masih banyak hal lain yg membuat kita semangat dalam hal kebaikan^_^.
Tapi...... Terkadang gk jarang dari kita salah menyikapinya
Memang kita boleh mengagumi seseorang, meskipun itu lawan jenis. Namun ada yg harus kita tau, bahwa sesuatu yg berlebihan itu tidak baik. Sama halnya ketika kita mengagumi seseorang terlalu berlebihan nah kadang ini yg akan membawa kita pada dosa tanpa kita sadari -_- nauzubillah :-(

Contoh kita ambil dari sisi Akhwat dulu. Ya karena Akhwat lebih banyak keperasaan sehingga klo gk bisa mengontrol dirinya ya ujung-ujungnya Baper hehe

Gini, ada seorang Akhwat, dia melihat seorang Ikhwan yg membuat dirinya jadi kagum akan Ikhwan tersebut. Bagaimana tidak, Ikhwan ini pintar, guru-guru pun banyak yg mengaguminya dan diapun suaranya merdu sekali ketika baca Qur'an. Masya Allah banget kan :-D . Sampai Akhwat inipun sangatlah mengaguminya. Akhwat ini dulu tidak pakai hijab, tapi lama-lama diapun memutuskan untuk berhijab, sampai perlahan memperbaiki sikapnya. Diam-diam dia memandangi Ikhwan ini dari jauh. Rasa kagumnya berakhir dengan rasa sukanya terhadap Ikhwan ini -_- . Hingga bagaimanapun caranya Akhwat ini lakukan agar menarik perhatian si Ikhwan ini. Sampai bukti chatannya pun dia sebar luas di sosmed-_- . Miris ketika melihatnya, awalnya saya bersyukur banget karena dia telah berhijab, tapi setelah saya tau niatannya agak sedih-_- niatnya semata-mata karena dia ingin dilihat si Ikhwan.
Ini lah salah satu contoh cara yg salah mengagumi seseorang.

Sedikit tips , jika kita tau kalau kita tipe orang yg mudah suka sama orang dengan berlebihan, lebih baik dihindarkan karena akan bahaya nantinya bila dilanjutkan. Nah caranya adalah sibukkan diri anda dengan berbagai aktivitas. Pastinya aktivitas yg bermanfaat, dan banyak-banyak memiliki teman sesama jenis yg ketika bertemu itu bahasannya bukan tentang "cinta, lawan jenis dan bahasan yg buat Baper lainnya". Dan paling penting adalah Niat. Jangan lupa untuk melakukan sesuatu dengan niat yg baik ^_^

Mengagumi...
Kata ini simple tapi memiliki cabang. Cabang-cabang ini adalah cara yg dilakukan ketika kita mengagumi seseorang.

Ada kisah selain cerita yg saya sampaikan diatas. Kisah ini memiliki kesamaan diawal tetapi ini kebalikannya.
Ada Ikhwan yg diam-diam mengagumi seorang Akhwat, sikap Akhwat ini membuat Ikhwan ini termotivasi untuk berhijrah. Hingga diapun lama-lama berubah jadi lebih baik lagi. Sampai suatu ketika entah apa masalah yg dia rasain. Tiba-tiba diapun berubah, hingga Akhwat ini merasakan perubahannya itu kembali ke sosok dia yg dulu. Ditegurlah Ikhwan ini. Hingga akhirnya ikhwanpun sadar dan mulai kembali memperbaiki dirinya.

Hm... Dari kisah yg saya sampaikan diatas, saya sedikit bingung. Bingung karena  hal yg saya temui itu gk jauh dari sebuah rasa. Kata mengagumi itu memang bisa membuat motivasi tersendiri buat kita, tapi kadang ujung-ujungnya gk jauh dari timbulnya rasa suka hm,

Jadi berhati-hatilah kawan. Terkadang yg kita anggap hal kecil dan biasa saja itu mesti hati-hati karena jika salah tindakan ya berakhir dengan hal besar.

Untuk kalian yg saat ini sedang mengagumi seseorang... Cukuplah dengan diam^_^ . Jika mengaguminya itu membuat perubahan yg lebih baik pada diri kalian maka tetaplah mengaguminya. Ingat !!! Tetaplah niatkan hanya untuk terlihat baik di mata Allah bukan di mata manusia :-)

Yuk memperbaiki diri...
Kita persembahkan untuk "dia" yg namanya tertulis di Lauhul Mahfudz. Dan dia akan melakukan hal yg sama seperti apa yg kita lakukan. Maka lakukanlah yg baik-baik:-D

Percayalah bahwa sejatinya mengagumi yg benar adalah kita yg mengagumi Rasulullah. Karena dia adalah manusia paling sempurna dan dialah suritauladan bagi ummatnya :-)


Ini adalah kisah nyata yg saya lihat sendiri dari orang-orang yg saya temui. Maaf jika ada kesalahan dari penulisan atau kurang bagus dan kurang menarik untuk dibaca.
Saya hanya ingin berbagi kisah-kisah yg pernah saya temui ke kalian. Syukur-syukur dari salah satu tulisan di blog ini bisa menginspirasi aamiin.
Yg buruknya dibuang aja ya, ambil sisi baiknya aja walaupun sedikit hehe. Terimakasih​ sudah membaca ^_^

Wassalamu'alaikum


Senin, 24 April 2017

Wanita

     Hidup memang tak mudah, tapi tak sulit juga. Semua tergantung pada diri sendiri dalam menjalaninya
     Ketika dirundung kesulitan, tak jarang kita pernah mengeluh. Merasa paling sulit sendiri, merasa paling sengsara sendiri bahkan ada juga yang merasa bahwa Allah tak adil, Naudzubillah ๐Ÿ˜ข

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Wanita....
Wanita diciptakan memiliki kepekaan lebih tinggi dibanding laki-laki, bisa dibilang mudah baper hehe ๐Ÿ˜…
Tapi dibalik itu semua, wanita memiliki hati yang kuat (bukan terbuat dari batu ya ๐Ÿ˜)
Kuat disini bisa dibilang tahan banting hehe

Pernahkah kalian melihat atau mendengar dari orang lain atau bahkan pengalaman orang lain tentang wanita yang sanggup mengurusi banyak anak hanya seorang diri, tentang wanita yang merelakan nyawanya hanya untuk anaknya, tentang wanita yang rela banting tulang demi memberikan kebahagiaan untuk anaknya dan masih banyak kisah-kisah pengorbanan wanita lainnya

Kisah itupun masih terjadi di zaman ini, tapi sekarang saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman wanita yang pernah saya temui .....

Ini soal perasaan hati-hati baper hehe


*Kisah Pertama
     Waktu SMP saya memiliki teman wanita, tidak terlalu dekat sih saya sama dia tapi berita tentang dia semua pada tau, yaaa jadi saya pun juga tau hehe ๐Ÿ˜…
     Wanita ini memiliki pacar (jangan ditiru) , katanya sih mereka pacaran dah lama, hmm. Dulu saya pikir pacaran tuh mulus-mulus aja gak ada masalah, eh nyatanya NOL BESAR
Yang diherankan, teman saya ini batu banget, padahal pacarnya itu suka nyakitin dia tapi tetep aja dia mau sama tuh cowo. Ya Allah, miris banget -_- ๐Ÿ˜ข
     Banyak yang nasehatin dia tapi yah tetep aja itu cewe kekeh, kalo dipikir-pikir padahal didunia ini tuh masih banyak laki-laki  bahkan lebih baik dari itu, tapi nih cewe mauan aja gitu meskipun disakitin mulu hatinya.
     Kuat aja itu hati kaya batu yg ditumpuk-tumpuk terus hehe๐Ÿ˜…


*Kisah Kedua
Kisahnya sih gak jauh beda sama kisah wanita pertama tadi.
     Wanita ini teman SMA saya, dia punya pacar (jangan ditiru) tapi bukan satu sekolahan. Pernah sekali-kali saya liat berandanya, disitu ada foto dia sama pacarnya. Terlihat bahagia sih tapi saya bingung, kalo dikelas dia kadang suka tiba-tiba nangis. Nangisnya pun kaya gitu, kadang saya suka ikut sedih juga tapi ternyata dia nangis cuma karena cowonya bohongin dia. Duhhhh... -_- sedih sih kalo liat cewe tuh sering dibohongin tapi kadang kesel juga, udah tau pernah dibohongin ngapain masih dilanjutin coba, duh duh itu hati apa mainan ๐Ÿ˜ข

*Kisah Ketiga
Nah ini beda dari kisah sebelumnya.
     Ada wanita, dia sama kaya wanita pada umumnya yaitu pernah menyukai laki-laki, bedanya adalah cara yang dia lakukan.
     Dia ini tidak pernah pacaran (wahhh... Patut ditiru), dia juga pernah mengagumi seseorang.
Saya cukup salut dengannya, dia menyukai atau mengagumi seseorang tapi tidak ada yang tau kecuali Allah dan sahabatnya. Jarang wanita kaya gini yang pernah saya temui, kebanyakan yah wanita kaya kisah 1 dan 2.

*Kisah Keempat
Kalo yang ini ada kesamaan sama kisah 1 dan 2 tapi ada juga bedanya.
     Wanita ini pernah pacaran tapi alhamdulillah sekarang dah berubah (semoga istiqomah ya ukhti)
     Ketika dia memutuskan untuk berhenti pacaran, nah disinilah awal mulanya, yaitu dia mengikuti suatu organisasi Islam disekolahnya, alhamdulillah disinilah jalan yang Allah berikan untuk dia dan teman-temannya.
     Perlahan namun pasti, dia memperbaiki penampilannya dan disusul dengan sikapnya. Tapi bukan berarti dia tidak mengalami ujian hati lagi -_- . Dia masih mengalaminya.
     Ketika itu dia mengagumi seseorang laki-laki. Ada hasrat untuk memiliki tapi disinilah kasih sayang Allah, Allah hadirkan sahabat yang menguatkan dia. Sampai akhirnya dia menyimpan rapat-rapat perasaannya itu. Bisa dibilang "cinta dalam diam" .

—————————————————————————

Dari keempat kisah ini dapat diambil kesimpulan bahwa sejatinya wanita itu memang memiliki perasaan yang sangat kuat, kuat akan hatinya dan raganya.

Permasalahan yang sering terjadi dizaman ini adalah soal "perasaan" tidak jarang banyak yang salah melangkah untuk mengambil sikap. Mangkanya tak jarang pula banyak yang tersesat.

Dari kisah ini untuk kamu sang wanita kuat, ingin mengalami seperti yang mana? Yang merelakan hatinya disakiti atau dibohongi untuk yang belum mahram kalian atau kalian ingin menjaga hati kalian untuk fulan (yang namanya masih Allah rahasiakan)

Tanyakanlah pada hati kecil kalian, ingat bahwa laki-laki baik hanya untuk wanita baik begitu pula sebaliknya

Lantas ketika masalaluku tidak baik terus aku sekarang berubah menjadi lebih baik, apakah aku bisa mendapatkan laki-laki baik????
Jawabannya adalah Bisa. Jika kita sudah benar-benar bertaubat maka insyaaAllah, Allah mengampuni dosa dimasa lalumu. Karena seseorang tidak dinilai dari masalalunya tapi dinilai dari caranya menjadikan dirinya sekarang sampai nanti lebih baik dari masa lalunya.


Semoga sedikit kisah ini menjadi pelajaran buat kita sebagai wanita. Semua bergantung dari diri kalian masing-masing. Semoga kita bisa membangun negeri ini dengan banyaknya wanita shalehah dan laki-laki shaleh.

Semangat... ๐Ÿ˜Š





Sabtu, 18 Februari 2017

Mengenal Sahabat

Assalamu'alaikum ๐Ÿ˜Š
Hari ini saya akan berbagi sedikit cerita aja nih teman-teman semuanya, gk terlalu bagus sih ceritanya tapi mau sedikit berbagi aja hehe :-D

Jadi gini, saya punya sahabat ya..  gk terlalu banyak sih hehe.. mereka sangat baik dan mereka memiliki sikap yg berbeda-beda. Tapi dari situ saya banyak mendapatkan pelajaran berharga dari mereka.

Disini saya akan menceritakan satu persatu sahabat saya. Persahabatan kita memang belum terlalu lama, tpi mereka sangat mengerti saya. Saya ngerasa nyaman ketika saya cerita ke mereka, karena Alhamdulillah mereka orang yg amanah๐Ÿ˜Š

Sulit banget mencari sahabat yg benar-benar amanah. Karena seperti yg kita tau, banyak yg tadinya sahabat malah jadi musuh. Ya karena ego nya itu, selalu mementingkan perasaan sendiri itu yg akan merusak persahabatan.

Aku memiliki banyak sahabat perempuan (gk banyak juga sih hehe) dan sahabat laki-laki juga. Aku memilih untuk memiliki sahabat laki-laki ya memang karena ingin sahabatan aja sama dia๐Ÿ˜…, dia baik sama kaya sahabat-sahabat ku yg lain..

Bisa dibilang aku lebih suka cerita ke sahabat di banding ke ortu, tapi bukan berarti gk pernah cerita ke ortu ya..
Aku cerita ke ortu yg pasti seputar sekolah dan hal penting lainnya^_^
Kalo sama sahabat mah yaa apa aja juga diceritain+belajar juga hehe...

Dalam menjalani sebuah hubungan persahabatan memang tak selamanya berjalan mulus alias bahagia terus, pasti pernah berantem/ kesel, berselisih paham dan hal lainnya bahkan bisa juga karena perasaan... -_-

Tapi justru disitulah hal yg seru hehe, bukannya seneng karena berantemnya ya tapi seru karena jika kita bisa memahami inti dari masalah tersebut dan mencoba untuk mencari jalan keluarnya itu yg bikin seru

Ingat teman, kita gk akan dewasa klo kita hanya diam aja dalam menghadapi masalah. Karena masalah itu harus dihilangkan dengan cara mencari jalan keluarnya, bukan berdiam diri saja:-)

Dulu pertemanan yg aku jalani entah kenapa yaa biasa aja, dan aku belum sama sekali mengetahui arti sebuah persahabatan. Hingga akhirnya di SMA aku baru tau arti sahabat itu apa.

Sahabat yg pertama dia adalah sosok wanita yg selalu kemana-mana aku sama dia, jadi klo apa-apa ya di kelas sama dia hehe.. Alhamdulillah kita hampir 3 tahun sekelas mulu ^_^
Aku sayang dia, aku selalu berharap dari dulu semoga dia segera berhijab.. (aku tunggu ya Mi hehe)
Dia sahabat yg sangat mengerti, saat aku susah dia selalu ada. Mungkin aku bukan sahabat yg baik buatnya-_- tanpa sadar aku blm bisa mengerti perasaannya dan aku tak selamanya ada disaat dia butuh tapi dia selalu ada saat aku butuh dan dia juga mengerti akan kegiatan ku diluar. Aku selalu meninggalkannya karena tugas yg harus aku jalani. Dibalik itu semua dia tetap selalu mengerti. Aku selalu berharap dia akan selalu bahagia, walaupun bukan karena aku-_-

Ok lanjut ke sahabat selanjutnya hehe...
Sahabat ke 2&3 ini adalah sahabat ku di Rohis. Mereka sama kaya sahabat ku sebelumnya yaitu sama-sama baik ^_^
Aku mengenal mereka sejak kls x karena kita sekelas. Tapi pas kls xi dan XII kita gk sekelas lagi dan disitulah kita mengalami banyak kesalahan pahaman (tidak perlu disebutkan) . Tapi disitu juga kita belajar berpikir dewasa dalam menghadapi suatu masalah, dan sama-sama mencoba memahami satu sama lain.
Mereka adalah sahabat yg menguatkan aku di Rohis. Kita melangkahkan kaki bareng-bareng di sana dan kita berjuang dalam hijrah kita disana.. mereka adalah sosok penguat^_^

Lanjut ke sahabat ke 4
Dia seorang laki-laki. Dia pun sama dengan sahabatku yg lainnya. Sama-sama baik^_^
Aku cukup salut dengannya, karena niatnya untuk hijrah sangatlah bagus. Seperti yg kita liat diluar sana, banyak yg mengisi waktunya dengan hal-hal yg tidaklah bermanfaat dan bahkan banyak yg memilih trus bermain dibanding mencari ilmu.
Nah sahabat aku ini dia berusaha untuk meninggalkan hal negatif itu, (semoga tetap Istiqomah ya^_^)
Disini kita saling berbagi pengalaman masing-masing , saling cerita dan minta solusi klo lagi ada masalah ya pokoknya sama deh ky sahabat yg lainnya.. mungkin bedanya dia lebih dewasa aja jawabnya ya karena dia cowo jadi ya beda jawabannya sama sahabat aku yg cewe hehe..


Sahabat-sahabat ku ini memiliki sifat dan karakter yg berbeda-beda tapi intinya sama yaitu sama-sama baik :-D

Dari mereka aku belajar bisa memahami suatu masalah dari sudut pandangan wanita dan laki-laki ^_^ terima kasih sahabat


Jangan pernah sia-siakan sahabat terbaikmu ya kawan๐Ÿ˜‰



Wassalamu'alaikum:-)











Jumat, 17 Februari 2017

Masalah Pergaulan

Masalah Pergaulan


Pergaulan adalah fitrah bagi manusia sebagai makhluk sosial. Manusia membutuhkan interaksi sosial antara satu dengan yang lain. Mereka saling membutuhkan dan saling tolong-menolong. Mereka bergaul, berteman, berorganisasi, bersekolah, bekerja. Itulah salah satu aktivitas yang membutuhkan pergaulan. Dan saat ini yang menjadi fokus pergaulan yang diamati adalah mengenai pergaulan para remaja saat ini.

Islam mengatur segala pergaulan antara wanita dan laki-laki agar bisa menjaga nafsunya.

Syarat dalam bergaul
1. Menurup aurat dihadapan yang bukan mahram kita. (QS. An-Nur : 30)
2. Islam melarang khalwat.
3. Islam melarang seorang wanita berjalan sehari semalam tanpa didampingi mahram.
4. Islam mengupayakan hubungan kerja sama yang sifatnya umum. (Sebatas belajar, mengajar dll)

Adab-adab bergaul dalam Islam
1. Niatkan untuk meningkatkan kepada Allah. (QS. Al hujrat : 13)
2. Menundukkan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah. (QS. An-Nur : 30)
3. Laki-laki tidak boleh memegang perempuan yang bukan mahramnya begitupun sebaliknya.
4. Laki-laki dan perempuan harus menjaga jarak. Laki-laki tidak sampai mencium wewangian perempuan.
5. Tidak berdua-duaan baik dalam dzhohir maupun batil.
6. Segala pergaulan yang bisa membangkitkan syahwat kita maka haram hukumnya.

Mahram perempuan:
1. Suami (boleh melihat semua bagian tubuh istrinya)
2. Ayah sendiri / ayah mertuanya (sebatas yg boleh terlihat saja)
3. Anak laki-laki sendiri/ anak tiri (sebatas yang boleh terlihat)
4. Saudara laki-laki/ kk (sebatas yang boleh terlihat)
5. Keponakan (sebatasnya saja)
6. Sesama perempuan yang seagama (sebatasnya saja)
7. Hamba sahaya/pembantu (sebatasnya saja)
8. Keponakan dari saudara perempuan/laki-laki
9. Orang-orang yang serumah yang tidak ada syahwat.
10. Anak-anak kecil yang belum ada syahwatnya.