Rabu, 18 Mei 2022

Tuntunan atau Tuntutan?

     Sudah lama tidak nulis di blog ini. Banyak hal yang dilewati dan entah kenapa ingin sedikit sharing seputar orang tua dan anak.



     Kali ini aku mau membahas tentang Tuntunan atau Tuntutan?. Pernah denger, lihat atau bahkan ngerasain tidak kita di minta untuk jadi anak baik, rajin ngaji, nilai bagus, prestasi banyak, harus jadi dokter, polisi, TNI dll oleh orang tua kita?. Nah dari hal tersebut menurut kalian itu sebuah Tuntunan atau Tuntutan?. Hayoo... jangan-jangan selama ini kita sebagai orang tua justru malah kebanyakan nuntut anak untuk bisa jadi seperti apa yang kita mau๐Ÿ˜ฅ naudzubillah...

     Sedikit cerita, dulu waktu masih ngajar les. Aku selalu bilang ke anak-anak lesku "dek, belajar itu bisa sama siapa saja yang terpenting kalian paham sama pelajarannya. Mau nanti hasilnya bagus atau tidak itu bukanlah sebuah hal yang harus ditakutkan. Karena percumakan kalo nilainya bagus tapi kalian pakai cara yang tidak baik kaya misalnya mencontek sama teman atau mencontek sendiri. Nilainya bagus tapi kalian tidak ngerti sama apa yang kalian pelajari. Karena nanti yang akan berlaku itu apa yang kalian pahami bukan diliat hanya dari nilainya saja. Kalo nilai kalian masih kurang bagus ya tidak apa-apa. Itu tandanya kalian harus lebih rajin lagi untuk belajarnya๐Ÿ˜Š"

Terus anak itu jawab begini "kalo mamaku maksa aku harus nilai bagus dan juara kelas ka. Coba aja mamaku kaya kakak"

     Aku pun diam sejenak pas denger kalimat itu dan berpikir, jadi selama ini masih ada orang tua yang menuntut anaknya untuk seperti apa yang mereka inginkan tapi mereka sendiri tidak memberi contoh untuk anaknya. Kebanyakan mereka memilih untuk anaknya diajarkan oleh orang lain dan menuntut anaknya untuk dapat nilai bagus dan juara kelas. Lalu ketika hasilnya gak sesuai ekspektasi apakah orang tua itu marah???

Terus gimana kalau secara pendidikan orang tua kita kurang, jadi memilih anaknya untuk di ajarkan oleh orang lain? Yah, okelah secara pendidikan mungkin orang tua kurang ahli gakpapa mangkanya memilih cara lain supaya anaknya bisa belajar jauh lebih baik dari orang tuanya. Tapi bisakan kita tak perlu banyak menuntut anak!. Apakah dengan menuntut anak kita bisa menjamin kedepannya anak akan sukses?

     Berbicara soal masa depan, gak ada yang tau akan seperti apa. Orang yang pintar secara akademikpun gak bisa dijamin dia sukses kedepannya dan orang yang sulit untuk mendapatkan pendidikanpun belum tentu dia susah terus kedepannya siapa tau dia jadi orang sukses dalam bisnisnya. Semua gak ada yang taukan kedepannya akan seperti apa.

     Yang terpenting adalah sudah seberapa besarkah kita mengajarkan nilai kebaikan untuk anak kita, contoh kecil membuang sampah ditempat sampah, tidak mencontek teman, mengucapkan tolong, terimakasih dan maaf jika salah dan lain sebagainya.

Lalu sudah bisakah kita jadi tauladan yang baik untuk anak kita?. 

Gimana anak mau jadi seperti yang kita mau, kalau kita sendiri aja belum mampu jadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita. Anak itu peniru yang baik. Pertama kali dia belajar ya dari ibunya, dari ayahnya dan dari lingkungan rumahnya. Kalau kita sebagai objek pertama yang anak tiru malah kita tidak berperilaku baik terus anak malah ikut seperti apa yang kita lakukan. Kita mau marah sama siapa? Anak?

Jangan ya moms...

Dukung dan temani tumbuh kembang anak sebaik mungkin, sebelum itu yuk sama-sama memperbaiki diri untuk bisa jadi tauladan yang baik untuk anak-anak kita. Karena kita adalah madrasah pertama.











Selasa, 12 Juni 2018

Hal Kecil yang Membahagiakan (part 1)

     Kata orang bahagia itu ketika kita memiliki segalanya. Memiliki rumah mewah, mobil, motor, pekerjaan dengan gaji tinggi, kontrakan dimana-mana, banyak uang dll. Namun, apakah itu yang namanya bahagia???
   
Kali ini saya akan membagikan beberapa hal kecil tapi membuat hati bahagia. Kuncinya adalah "Bersyukur".

Kenapa kita harus banyak-banyak bersyukur?

Simple saja, dengan bersyukur hati kan lebih tenang.

Contoh kisah, saya ambil dari kisah guru TK saya yg sekarang jadi kepala sekolah TK tempat saya mengajar. Sebut saja dia ibu mawar. Dia adalah seorang guru yg cantik, baik, tegas. Waktu saya TK guru ini sangat di senangi murid-muridnya termasuk saya hehe. Guru ini awet muda dari saya TK sampe saya dah lulus SMA wajah Bu mawar ini masih tetap sama, cuma sekarang agak lebih gemuk dibagian pipi dikit. Tapi tetap cantik.

     Sempat bingung aja ko bisa ya, pernah berpikir bahwa jadi guru TK bukannya pusing ya kan anak muridnya gak bisa diem kadang bikin kesel hehe. Tapi ko Bu mawar awet muda. Ternyata rahasianya adalah sabar dan bersyukur. Dulu beliau masih seorang guru biasa, gajinya pun cuma <300rb dan sekarang jadi kepala sekolah gaji hanya 1jt perbulan. Padahal sudah bertahun-tahun jadi guru di TK itu.

     Bayangkan saja, mungkin kalo orang lain yg diposisi itu gak akan kuat lama-lama. Dengan gaji yg minim tapi butuh kesabaran yg tinggi. Namun dilihat dari wajah beliau, dia gak pernah terlihat lelah dalam mengajar murid-muridnya. Satu tujuan beliau untuk murid-muridnya "bisa membaca dan menulis". Simple memang tapi tak semudah yg dibayangkan. Ketika anak sekecil itu disuruh belajar, padahal masanya dia sedang senang-senangnya main. Lari sana lari sini, nangis, berantem, acak-acakin buku dll. Butuh kesabaran yg sangat luar biasa.

     Pernah suatu ketika beliau bilang kepada guru-guru yg lain. "Mereka(anak murid) memang kadang suka bikin kesel kita Bu, tapi dibalik itu semua mereka juga yg bikin kita ketawa dengan kepolosan mereka, yg buat kita gak jadi kesel sama mereka hehe" . "Melihat mereka bisa baca Qur'an, mengenal huruf Hijaiyah, menulis itu saja sudah membuat kita senang. Karena itu tandanya kita berhasil mendidik mereka dengan baik"

     Waktu pertama kali saya di panggil untuk mengajar disana, kalimat yg sampai detik ini masih saya ingat adalah "ndah, gaji disini kecil, yg penting kita ikhlas ngajarnya. Karena kita juga gak mempersulit mereka dalam bayaran sekolah yg penting mereka bisa mengenal huruf, bisa baca saja itu dah baik.". Kejujuran, keikhlasan beliau sangat jarang saya temui.

     Beberapa bulan ini sayapun merasakan kebahagiaan yg blm pernah saya rasakan sebelumnya. Saya yakin janji Allah itu pasti. Kisah beliau membuat saya ingin mencoba belajar sabar, ikhlas, dan banyak-banyak bersyukur. Dengan gaji yg tidaklah seberapa dibanding kerja di kantor dulu setengahnya aja gak ada hehe. Tapi saya lebih merasa bahagia banget di pekerjaan sekarang. Berangkat kerja baru masuk pintu kelas udah banyak yg menyambut, sang malaikat-malaikat kecil itu lari menghampiri dengan memberikan senyuman yg indah terpancar di wajahnya :). Walaupun kadang pas jam pelajaran ada aja tingkah mereka yg suka susah dibilangin tapi ketika waktu istirahat mereka dengan polosnya mencurahkan semua isi hati dan pikiran mereka ke gurunya. Senang sekali melihat mereka. Masih polos, masih jujur.

     Menjadi seorang guru mungkin adalah cita-cita saya dulu waktu kecil, karena kalo ditanya bingung jawab apa ya bilang aja cita-citanya jadi guru hehe. Alhamdulillah kesampean. Saya sadar bahwa uang itu bukanlah segalanya. Jika uang adalah segalanya, apakah kebahagiaan bisa di beli dengan uang???. Coba pikirkan baik-baik, pernahkan kalian mendengar kalimat yg bunyinya kaya gitu. Uang adalah segalanya, padahal mah belum tentu begitu.

     Punya uang banyak karena gaji besar, tapi kurang bersyukur, selalu merasa kurang aja, pengen ini itu gak pernah ada puasnya. Hal hasil hidup jadi gak nyaman dan berujung gak bahagia.
Tapi bandingkan
Punya uang sedikit karena gaji gak besar, tapi selalu bersyukur dengan semua nikmat yg Allah kasih, mengatur keuangan dengan baik, kerja ikhlas. Hal hasil hidup jadi nyaman dan berujung bahagia.

Bener gak?

Pernah nyoba?

Kalo saya pernah Alhamdulillah.

Rasanya enak loh ketika kita memilih pekerjaan yg gak banyak aturan dan gak memaksa kita meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim/muslimah. Biarin aja gaji kecil yg penting kalian kerja ikhlas karena Allah dan selalu bersyukur. Karena uang itu mudah dicari klo kitanya gak pernah lupa semua itu pemberian Allah.

Bahagia itu sederhana, ketika kita selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan pasti deh Allah gak akan pernah berhenti kasih kenikmatan ke kita karena kitanya selalu yakin sama Allah.

Sesungguhnya rezeki itu dah diatur sedemikian indahnya, tergantung sama kitanya apakah kita bisa menggunakannya dengan baik apa egk.

Karena kaya bukanlah dilihat dengan banyaknya materi (uang dkk), tapi kaya adalah ketika hati selalu dekat dengan Allah.

Allah lagi, Allah terus, Allah selamanya ada di hati, yg tak pernah putus.

Lain cerita, dulu ketika saya kerja di kantor dengan gaji yg lumayanlah pernah megang 1jt lebih tapi gak nyaman. Selalu merasa kurang. Kerja juga rasanya pengen cepet pulang karena bosen. Punya rekan kerja beda keyakinan dan memiliki pemikiran yg beda juga. Uang selalu habis gak pernah nyisa, rasanya gak pernah puas dan cukup.
     Beginilah ketika kita kerja tapi hati gak nyaman dipekerjakan tersebut ya rasanya gak enak banget kan. Apa lagi dah mulai berkaitan dengan kepercayaan/keyakinan kita. Udah males banget deh. Males nyari ribut. Tapi Alhamdulillah Allah memberikan jalan lain sampai akhirnya Allah izinkan saya tuk mengajar.
     Disamping itu Allah pun izinkan saya mengajar les beberapa anak tetangga. Masing-masing beda-beda orangnya. Gajipun gak seberapa tapi ya Alhamdulillah kalo digabung jadi banyak hehe. Sebenernya sih saya kerja juga gak terlalu mengedepankan gaji yg tinggi. Tapi lebih pada hati yg nyaman dan mencari pengalaman, syukur² kalo sekalian dapat jodoh, hehehe (bercanda, tapi kalo bener juga gpp hehe). Ada juga yg sebulan gak bayaran. Tapi entah kenapa ada juga yg malah ngasih bayarannya lebih, malah kaya gaji saya ngajar di TK hehe.
     MasyaAllah, pokoknya nikmat banget deh temen-temen. Ketika kita menerapkan tiga hal ini (sabar, ikhlas, bersyukur)  InsyaAllah hati bahagia. Intinya selama kita mampu melakukan hal yg dapat memberikan manfaat buat orang lain maka lakukanlah. Jangan gaji yg jadi utama, tapi jadikan ikhlas sebagai hal yg utama. Niatkan semata-mata hanya ingin mencari Ridho Allah. Bukan untuk dunia sesaat tapi untuk akhirat selamat.

     Sebenernya masih panjang kisah yg saya ingin share ke teman-teman semua yg membacanya. Tapi kita lanjut di postingan selanjutnya ya. Iya semoga ada waktu buat nulisnya hehe (sok sibuk).


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Uang memang bisa digunakan untuk membeli apapun barang yg kita mau, tapi uang tidak bisa membeli kebahagiaan.
Ketika kita ikhlas menjalankan apapun pekerjaan yg kita dapat dan selama itu tidak mengganggu iman kita maka hatipun kan nyaman senyaman-nyamannya.
Dan perlu kita banyak belajar ikhlas, sabar, bersyukur dalam hidup ini. Ketika ketiga hal tersebut kita gunakan InsyaAllah hati kan tenang, dan bahagia.
Sejatinya seorang guru tidak pernah mengharapkan imbalan kepada muridnya. Karena guru sejati adalah ketika ia mampu mendidik muridnya dengan baik. Itupun sudah membuatnya bahagia.

#sr

Kamis, 01 Maret 2018

Belajar dari pengalaman


Tak ada kata yang bisa tercurahkan banyak-banyak. Karena semua hal tak seharusnya di curahkan pada isi kehidupan.
Waktu terus berjalan, sampai tak terasa usiapun kian bertambah, wajah kian menua, raga kian lemah dan masa kian runyam...
Jika kata mampu mencurahkan semua yang dialami, bisa saja blog inikan penuh dengan jutaan kata yang tertuliskan. Akan tetapi, hati menolak untuk menuliskan semua hal. Mengapa? Karena diri ini tak mampu.

Bersyukur...
Satu kata ini sedang ku pelajari,
Sulit, itu pasti
Namun, nikmat untuk dijalani
Ya, ketika kita sudah menanamkan rasa syukur didalam hati kita maka buah dari itu adalah kenikmatan :) 
Aku tak mampu menggambarkan rasa nikmat itu, tapi ini benar-benar nikmat.
Disaat keadaan kita membuat kita jenuh menjalaninya, nah disaat itu lah kita perlu melihat orang-orang dibawah kita. Orang-orang yg memiliki beban jauh lebih besar dari kita tapi memiliki kesabaran dalam dirinya, tetap tegar dalam menghadapinya bahkan tak mau menyerah sedikitpun
Sadarilah bahwa kita masih beruntung dari mereka.

Pernah setiap kali saya ke pasar tanah Abang, disana banyak sekali orang-orang yg jauh lebih sulit kehidupannya dibanding kita dalam masalah ekonomi. Banyak yg sudah lanjut usia, yg seharusnya menikmati kenyamanan malah tidur saja beralaskan kardus bekas yg di letakkan dalam gerobak-_- . Ada pula orang tuna netra yg selalu berusaha kerja ditengah keterbatasannya. Mereka tak ingin meminta-minta. Inilah yg seharusnya jadi bahan renungan untuk kita semua termasuk saya pribadi.

Selama ini mungkin kita banyak berkomentar terhadap makanan yg akan kita makan, yg padahal seharusnya kita gak boleh mengomentari makanan itu.
Selama ini mungkin kita banyak mengeluh dengan apa yg telah kita miliki, yg padahal diluar sana banyak yg menginginkan di posisi kita saat ini. Penuh kenyamanan, yg cuma minta-minta sama orang tua-_-

Sedih...
Diri pun terkadang suka mengeluh akan sesuatu hal,
Diri pun yg kadang terpancing emosi saat kenyataan tak sesuai perkiraan
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

25.2
     Tepat di Minggu terakhir bulan Februari kemarin, usia pun bertambah. Tambah tua, tapi ilmu masih sedikit banget-_- . Jujur saja, diri mengharapkan sahabat mengingat tgl tersebut tapi yg ingat hanya satu orang sahabat saya saja-_- sedih sih karena yg masih ingat cuma satu orang aja di antara banyak orang. Tapi bersyukur, karena masih ada sosok sahabat yg sampai saat ini masih perduli. Semoga persahabatan kita ini sampai Jannah-Nya aamiin...


     Hari terus berjalan, menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif. Ternyata bener ya, ketika perasaan hati kita sedang runyam lebih baik sibukin diri aja. Ya memang itu gak bisa langsung baik, tapi setidaknya bisa lebih membaik dari sebelumnya :)
     Dari tahun kemarin jujur saja, ada sedikit masalah dengan perihal hati karena dah ditolak 3 kali-_- . Ehhhh tapi ini bukan ditolak sama Fulan ya hehe. Tapi di tolak masuk univ dari 3 jalur yg saya ikuti. Namun dibalik itu semua, ternyata ada sesuatu yg ingin Allah tunjukkan ke saya.
     Allah beri saya banyak jalan yg dimana saya dapat banyak pelajaran dari apa yg saya lewati. Setelah akhir sbm saya di terima di salah satu perusahaan Perbelanjaan di daerah Puri. Ini mungkin bukan keinginan saya namun, keinginan ortu membuat saya melakukannya. Setelah dicoba kerja disana hal hasil gak betah. Sebenernya bukan karena pekerjaannya, tapi karena pakaiannya-_- iya masih pake kerudung tapi di masukin ke baju-_- . Mencoba tuk di betah-betahin dan di niatkan untuk mengambil pelajarannya aja. Tepat pada hari ke 4 saya kerja disana Alhamdulillah dapat panggilan lagi di salah satu perusahaan daerah Puri juga, tapi ini lebih dekat sama rumah. Akhirnya saya memutuskan tuk keluar dari pekerjaan sebelumnya. Lanjut ke pekerjaan yg baru ini. Alhamdulillah banget, bosnya gak mempermasalahkan pakaian yg saya kenakan. Yg terpenting adalah tidak mengganggu perkejaan saya. Seneng banget dong, pakaian tetap memenuhi syariat jadi kerja juga enak aja :) ya walau kerja di bagian administrasi perkantoran yg padahal itu sama sekali saya gak ngerti hehe. Sekolah aja lulusan SMA jurusan IPA. Nah itu gak belajar ekonomi atau akuntansi hehe, bayangkan aja gimana saya saat itu. Tapi dengan PD nya saya keluar dari pekerjaan sebelumnya padahal belum ada kepastian waktu itu di pekerjaan ini. Tapi Allah memang maha Adil, ketika kita menginginkan sesuatu yg baik dan itu di niatkan semata-mata hanya karena ingin menjalankan syariat-Nya maka hal yg mungkin mustahil malah bisa terjadi diluar dari apa yg kita pikirkan.
     Selama ini mungkin saya maupun beberapa orang berpikir bahwa gak mungkinlah lulusan SMA bisa kerja di kantoran, min kan S1 biar kerjanya di kantoran. Eh ternyata pas saya ngerasain sendiri, semua pernyataan itu salah besar. Bahwa di dunia pekerjaan bukan hanya pendidikan yg di pandang. Tapi adab dan kemampuan kalian yg di nilai.

     Setelah 3 bulan bekerja disana, saya pun memutuskan keluar dari pekerjaan tersebut. Ada alasan yg kuat yg membuat saya mantap tuk keluar. Bukan karena pekerjaan tapi di luar itu. Yahh gitu dah hehe
     Kemudian setelah ini saya fokus ke usaha jualan. Apa aja dah yg bisa di jual saya jual hehe. Sebenernya ini hanya usaha sampingan aja. Biar diri ini sibuk. Sampai pada bulan Desember ada tawaran untuk menjalankan usaha di sekolahan yg keuntungannya di bagi dua buat Rohis. Alhamdulillah, ada peluang nih buat berbisnis dan ditambah lagi nyari pahala. Karena keuntungannya untuk mensyiarkan Islam di sekolah sendiri. Ini berjalan sampai bulan Februari 2018 ini.
     Jujur saja saat menjalani kerjaan ini ada rasa malu, malu ketemu guru-guru. Malunya itu karena belum bisa memberikan yg terbaik buat guru-_- tapi entah kenapa dalam proses ini banyak saya temui orang-orang yg tanpa sadar ini kaya seolah-olah Allah kasih semangat saya buat mewujudkan mimpi-mimpi saya. Melalui beberapa orang ini yg membuat saya tambah semangat :)
     Tepat di pertengahan bulan Februari ini saya dapat panggilan untuk mengajar di TK deket rumah. Entah kenapa banyak sekali hal yg Allah kasih kesaya yg dulu pernah saya inginkan sekarang terwujud satu persatu. Mulai dari buka usaha, ngajar dll. Hingga sampai saat ini saya sedang belajar ngajar di tempat itu. Bertemulah dengan banyak anak-anak kecil membuat suatu kebahagiaan tersendiri plus mengingat masa-masa kecil saya dulu hehe entah siapa aja temen TK saya dulu, sampai lupa. Hanya ingat beberapa doang itu pun gak tau dah dia inget saya apa egk hehe suka malu sendiri kalo ketemu temen TK.

     Dari sedikit cerita ini apa ada pelajarannya??? Bagaimana menurut kamu yg telah membaca? :)

Kalo menurut saya dari sedikit cerita ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa di balik ujian yg kita hadapi, sesedih apapun itu ingat bahwa Allah mempunyai jalan yg jauh lebih indah dari apa yg kita harapkan. Coba aja saya tahun kemarin masuk univ mungkin saya gak akan merasakan hal ini. Dimana saya dapat belajar rasanya bersabar, ikhlas dan rasa syukur. Sabar atas ketetapan Allah, ikhlas atas apa yg telah hilang, dan bersyukur atas apa yg telah dimiliki :)

Semoga sedikit kisah pengalaman saya ini bisa menginspirasi kalian yg membacanya.
Sejatinya saya bukanlah orang yg sempurna. Saya hanya manusia biasa. Sekedar ingin berbagi pengalaman :) . Jadi jangan suuzon sama Allah, yakinlah Allah telah merencanakan seindah mungkin untuk jalan hidup kita asalkan kita berbaik sangka sama Allah :)

Wallahu alam.

Sabtu, 25 November 2017

Kids Zaman Now, Yuk Beradab

       Seseorang anak yg dididik dengan sedemikian indahnya menikmati hasil kerja orang tuanya. Semua yg diinginkannya selalu di turuti tanpa batas, membuat anak tersebut tidak paham dengan arti kehidupan yg sebenarnya.
Kebanyakan mereka bersikap egois, selalu ingin diperhatikan dan tak tau rasanya berjuang.
Saya memang belum menjadi orang tua, namun saya sudah merasakan jadi seorang anak.
Ketika ortu marah kepada kita, sering sekali ngomel. Tau kah anda, bahwa setiap ucapannya itu yg membuat kita terus mengingatnya. Setiap perkataannya membuat kita dapat belajar arti kehidupan.
Maka bersyukurlah memiliki ortu yg suka memarahimu dengan mulutnya.

Coba kita lihat di zaman sekarang.
Menurut saya zaman sekarang banyak anak yg dididik dengan perlakuan begitu istimewa seperti seorang raja/ratu. Semua keinginan terpenuhi bagaimanapun caranya. Tanpa dididik soal kehidupan sesungguhnya, tanpa dididik soal agama.
Mereka merasa agama sudahlah paham. Padahal kapan dia belajar agama? Di sekolah? Yakin cukup?
Sedikit renungan untuk kids zaman now.
Saya tidak ingin membahas lebih jauh tentang cara mendidik seorang anak karena saya blm merasakan di posisi itu. Dan rasanya tidak pantas sekali untuk menyinggung kesana.

Kids zaman now. Diperlakukan istimewa oleh orang tua memang menyenangkan, namun perlu diingatkan pada diri sendiri, bahwa kita hidup kedepannya apa terus bergantung pada orang tua?
Apa gak malu?
Pada masa pelajar memanglah kewajiban kita ya belajar, namun disampingnya itu selipkan waktu mu untuk membantu pekerjaan orang tua. Sering cerita ke ortu mungkin salah satu cara yg membuat kamu mendapatkan pelajaran hidup.
Karena hidup bukan hanya belajar disekolah saja tapi ada pelajaran di lingkungan sekitar kita yang harus kita pelajari.

Jika diri selalu merasakan kenikmatan lantas bagaimana kita belajar bersyukur?
Jika diri selalu mengandalkan orang lain, lantas bagaimana kita belajar ikhtiar?

Hidup bukanlah sebuah permainan, dimana kamu menganggap hidup ini tak berarti.
Hidup adalah pilihan, karena setiap langkahnya memiliki banyak arah. Disitulah kita belajar, gimana caranya agar kita tak salah pilih.

Mencoba untuk memahami kondisi zaman sekarang yg berkaitan dengan adab.
Bicara soal adab, miris sekali melihat orang yg kebanyakan lebih mengutamakan ilmu dibanding adab. Padahal belajar adab tak mudah. Namun banyak orang yg menyepelekannya, beranggapan bahwa jika MENURUT DIRINYA benar maka dia tak perduli dengan orang lain sekalipun orang itu lebih tua darinya.
Sekilas cerita, saya punya temen disekolah. Waktu itu sedang masuk jam KBM (kegiatan belajar mengajar). Nah yang ngajar ini gurunya sangat baik. Beliau mengajar untuk anak murid yg benar-benar mau belajar. Setiap pelajarannya pasti ada yang tertidur. Beliau tau kalau ada muridnya yang tidur. Tapi beliau gak pernah marah, karena beliau adalah sosok yang luar biasa menurut saya bahkan menurut murid lainnya pun demikian. Karena beliau setiap memulai pelajaran selalu nasehatin murid-muridnya untuk beribadah dll (hal yg baik-baik). Beliau akan sangat marah ketika pada saat tadarus ada murid yang bercanda, ngobrol dan hal diluar dari pada tadarus.

Dari sedikit cerita ini kita bisa mengambil sisi si murid ini. Perlakuan guru yang teramat baik namun di balas dengan perlakuan yang menurut saya kurang beradab. Coba saja rasakan ketika kita lagi bicara terus malah ditanggapin dengan tidur. Bagaimana perasaannya. Ditambah lagi usaha guru yg rumahnya jauh, datang ke sekolah buat mengajari kita pelajaran yg sangatlah bermanfaat, lalu apakah dengan sikap kita yg seperti itu pantas dikatakan bahwa kita murid yg menghargai guru? Pantaskah kita dibilang murid yang hormat terhadap guru?

Saya mengerti, memang kita cape, lelah dengan tugas yang kita dapatkan disekolah. Bahkan bisa sampai larut malam mengerjakannya (bagi orang yang berusaha). Tapi ingat, bukan hanya kita sendiri yang cape. Lihat lah disekeliling kalian. Merekapun merasakan hal yang sama, namun coba perhatikan ada gak yang gak pernah tidur saat jam KBM berlangsung? Jika ada, kenapa dia bisa? Pernahkah kalian bertanya hal itu padanya?
Lalu masihkah kita pantas untuk mengeluh cape, padahal diluar sana masih banyak orang yang ingin sekolah namun tak bisa karena keterbatasan biaya.

Jujur saja saya miris sekali, saya mungkin tidak di posisi guru itu. Namun saya membayangkan gimana rasanya jika saya diposisi itu.
Coba kita renungkan sejenak, guru kita sudah menikah. Beliau memiliki tanggungan, beliau memiliki tanggung jawab terhadap keluarga dan terhadap murid yang diajarinya. Beliau membagi waktunya sedemikian luar biasa, pastilah mereka merasakan perasaan yg berat ketika harus mengorbankan salah satu dari kewajibannya. Terus ketika disekolah kita murid-muridnya malah gak bisa di aturlah, semaunya sendiri, bahkan tak jarang banyak siswa yang menjelek-jelekkan gurunya sendiri-_- miris banget memang.

Ini sebagai renungan buat kita termasuk saya sendiri.

Ada kisah lain, mengenai anak dan ortu.
Entah ini terjadi di sekeliling kalian atau egk. Tapi ini terjadi di daerah deket rumah saya. Dulu ada yang ngontrak di dekat rumah. Entah anak ini salah didik atau salah pergaulan ya. Cara bicara anak ini dan orang tuanya itu sama. Yah klo cara bicaranya baik sih gak masalah. Yang jadi masalah adalah bicaranya yang gak seharusnya dia ucapkan malah diucapkan. Kaya ngatain orang dengan sebutan anj**g, ba*i, bahkan lebih parah dari itu. Antara anak dan ortunya ini pas lagi berantem semua itu keluar dari mulut mereka seolah di dunia ini gak ada orang, jadi mereka seenaknya aja.
Alhamdulillah nya mereka ngontrak gak lama. Jadi rasanya enak sekali gak denger kejadian kaya gitu lagi, hehe

Sempat heran aja, ko bisa mereka mengucapkan sesuatu yang gak sepantasnya diucapkan ya?
Ini salah ortunya atau anaknya yang salah gaul? Atau dua-duanya yang salah?

Hal ini mungkin bukanlah satu/dua keluarga saja yang pernah saya temui.
Dari kisah ini saya tarik kesimpulan bahwa menjadi ortu itu tak mudah, dimana tanggungjawab yg diberikan sangatlah berat. Dan kebanyakan anak mengikuti apa yg diajarkan ortunya. Sedikit sekali seorang anak yang bisa mengerti keadaan ortu dan bisa membedakan mana yang baik dicontoh dan kurang baik dicontoh.
Karena itu kita yang masih jadi seorang anak yuk sama-sama belajar mengerti sifat, sikap ortu kita sendiri. Sehingga kita tak mudah membuat ortu kita marah-marah karena kelakuan kita. Banyak-banyak berkawan dengan orang yg senantiasa hatinya selalu mengingat Allah. Sehingga in Shaa Allah kita pun akan melakukan kebaikan yg sama. Tapi bukan berarti kita tak boleh berkawan dengan orang yg gaulz² itu. Bergaullah dengan siapa saja asal kamu bisa mewarnai mereka dengan hal² yg positif bukan malah kamu yg terwarnai dengan hal² yang negatif.

Ketika kita beradab, kita akan dihargai, di hormati. Karena kebanyakan orang menilai orang lain itu yang pertama adalah adab. Bagi saya pribadi pun, percuma kita jenius klo dalam diri kita sendiri gak tau adab. Lalu bagaimana menurut kalian?



"Orang yang tinggi adab walaupun kekurangan ilmu, lebih mulia dari orang yang banyak ilmu tapi kekurangan adab" (Habib Umar bin Hafedz)

"Hendaklah adab sopan anak-anak itu dibentuk sejak kecil karena ketika kecil mudah membentuk dan mengasuhnya. Belum dirusakkan oleh adat kebiasaan yang sukar ditinggalkan." ( Hamka )


Sungguh begitu pentingnya adab.


Imam Malik rahimahullah pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy,
ุชุนู„ู… ุงู„ุฃุฏุจ ู‚ุจู„ ุฃู† ุชุชุนู„ู… ุงู„ุนู„ู…
“Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”


Kenapa sampai para ulama mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,
ุจุงู„ุฃุฏุจ ุชูู‡ู… ุงู„ุนู„ู…
“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”
Guru penulis, Syaikh Sholeh Al ‘Ushoimi berkata, “Dengan memperhatikan adab maka akan mudah meraih ilmu. Sedikit perhatian pada adab, maka ilmu akan disia-siakan.”
Oleh karenanya, para ulama sangat perhatian sekali mempelajarinya.
Ibnul Mubarok berkata,
ุชุนู„ู…ู†ุง ุงู„ุฃุฏุจ ุซู„ุงุซูŠู† ุนุงู…ุงً، ูˆุชุนู„ู…ู†ุง ุงู„ุนู„ู… ุนุดุฑูŠู†
“Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
Ibnu Sirin berkata,
ูƒุงู†ูˆุง ูŠุชุนู„ู…ูˆู† ุงู„ู‡ุฏูŠَ ูƒู…ุง ูŠุชุนู„ู…ูˆู† ุงู„ุนู„ู…
“Mereka -para ulama- dahulu mempelajari petunjuk (adab) sebagaimana mereka menguasai suatu ilmu.”
Makhlad bin Al Husain berkata pada Ibnul Mubarok,
ู†ุญู† ุฅู„ู‰ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุฃุฏุจ ุฃุญูˆุฌ ู…ู†ุง ุฅู„ู‰ ูƒุซูŠุฑ ู…ู† ุญุฏูŠุซ
“Kami lebih butuh dalam mempelajari adab daripada banyak menguasai hadits.” 
Ini yang terjadi di zaman beliau, tentu di zaman kita ini adab dan akhlak seharusnya lebih serius dipelajari.

Dalam Siyar A’lamin Nubala’ karya Adz Dzahabi disebutkan bahwa ‘Abdullah bin Wahab berkata,
ู…ุง ู†ู‚ู„ู†ุง ู…ู† ุฃุฏุจ ู…ุงู„ูƒ ุฃูƒุซุฑ ู…ู…ุง ุชุนู„ู…ู†ุง ู…ู† ุนู„ู…ู‡
“Yang kami nukil dari (Imam) Malik lebih banyak dalam hal adab dibanding ilmunya.” –
Imam Malik juga pernah berkata, “Dulu ibuku menyuruhku untuk duduk bermajelis dengan Robi’ah Ibnu Abi ‘Abdirrahman -seorang fakih di kota Madinah di masanya-. Ibuku berkata,
ุชุนู„ู… ู…ู† ุฃุฏุจู‡ ู‚ุจู„ ุนู„ู…ู‡
“Pelajarilah adab darinya sebelum mengambil ilmunya.”
Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Karena dari situ beliau banyak mempelajari adab, itulah yang kurang dari kita saat ini.


*Berdo'alah agar memiliki adab dan akhlak yang mulia*
Dari Ziyad bin ‘Ilaqoh dari pamannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a,
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฅِู†ِّู‰ ุฃَุนُูˆุฐُ ุจِูƒَ ู…ِู†ْ ู…ُู†ْูƒَุฑَุงุชِ ุงู„ุฃَุฎْู„ุงَู‚ِ ูˆَุงู„ุฃَุนْู…َุงู„ِ ูˆَุงู„ุฃَู‡ْูˆَุงุกِ
“Allahumma inni a’udzu bika min munkarotil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa’ [artinya: Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlaq, amal dan hawa nafsu yang mungkar].” (HR. Tirmidzi no. 3591, shahih)
Doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lainnya,
ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู‡ْุฏِู†ِู‰ ู„ุฃَุญْุณَู†ِ ุงู„ุฃَุฎْู„ุงَู‚ِ ู„ุงَ ูŠَู‡ْุฏِู‰ ู„ุฃَุญْุณَู†ِู‡َุง ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ ูˆَุงุตْุฑِูْ ุนَู†ِّู‰ ุณَูŠِّุฆَู‡َุง ู„ุงَ ูŠَุตْุฑِูُ ุนَู†ِّู‰ ุณَูŠِّุฆَู‡َุง ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ
“Allahummahdinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdi li-ahsanihaa illa anta, washrif ‘anni sayyi-ahaa, laa yashrif ‘anni sayyi-ahaa illa anta [artinya: Ya Allah, tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau. Dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku, tidak ada yang memalinggkannya kecuali Engkau].” (HR. Muslim no. 771, dari ‘Ali bin Abi Tholib)
ุฃุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู† ูŠุฒุฑู‚ู†ุง ุงู„ุฃุฏุจ ูˆุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚
Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar mengaruniakan pada kami adab dan akhlak yang mulia.

_________________________________________________

Semoga sedikit kisah dan kata-kata yang saya tuliskan bermanfaat :).
Mohon maaf jika ada pendapat saya pribadi tidak sesuai.
Jika kalian punya kisah-kisah yang dapat di ambil pelajarannya, yuk sharing dengan memberi komentar di blog ini.

Terimakasih telah membaca :)

#jadikanmalamminggumubermanfaat

Senin, 31 Juli 2017

Fulan sang pejuang

Hari ini saya akan berbagi sedikit kisah tentang teman saya yang luar biasa, hingga banyak yang mengagumi usaha dan kecerdasannya.
Tanpa basa-basi langsung saja... Hehe


     Sebut saja dia Fulan, dia adalah teman sekolah saya. Kurang lebih sudah dua tahun saya sekelas dengannya. Semasa SMA kelas 1 saya belum mengenalnya, pernah melihatnya atau tidak saya pun tidak tau hehe. Tapi ketika saya kls 2 sekelas dengannya, saya melihat dia sangat pintar sekali. Bahkan dia berbeda dengan laki-laki yang lain. Wajar jika banyak guru dan teman-teman yang membicarakannya. Bukan membicarakan hal buruk, tapi membicarakan hal baik.


     Dia ikut salah satu ekskul di sekolah dan menjadi ketua eskul yang dia ikuti itu. Waktu pengambilan raport, mama saya berbicara dengan salah seorang ibu murid sebut saja dia ibu si A. Ibu ini menceritakan sosok Fulan pada mama saya. Ibu ini bilang "dia pintar ya peringkat nya pun bagus, kalo di rumah nih Bu dia mau disuruh orang tuanya ke pasar padahal dia anak laki-laki. Anak saya aja gak mau kalo disuruh ke pasar. Dia rajin banget Bu,". Nah kurang lebih ibu si A ini bilang begitu.
Masya Allah, keren kan? Pintar, rajin, berbakti sama orang tua lagi.

     Di ekskul pun yang saya lihat memang dia sosok yang tanggungjawab saat laki-laki yang lain tidak bergerak untuk membantu tapi dia sebagai ketua tidak tinggal diam dan tidak hanya berpakutangan. Itu bukanlah tipe dia banget deh. Dia membuktikan bahwa dia tetap menjalankan tugas sekalipun itu bukan tugasnya tetap dia kerjakan.

Setiap istirahat dia selalu kemasjid, jajan di kantin pun jarang. Kadang suka bawa bekal dari rumah. Dia juga rajin puasa Senin Kamis. Sempat saya melihat di saku bajunya itu ada Alqur'an yg selalu dia bawa kemana-mana. Masya Allah...
Di kelas pun disaat tidak ada guru, dan disaat anak-anak lain pada mainan dia hanya diam dipojok dan baca Al Qur'an. Sosok laki-laki yg populasinya terancam punah hehe. Bagaimana tidak, dizaman ini jarang banget ada seorang laki-laki yg memiliki sikap seperti Fulan ini. Memang ada tapi amat teramat jarang sekali, wajar jika banyak yg mengaguminya, baik saya, teman-teman dan guru-guru semua mengaguminya. Luar biasa...

Menjelang semester akhir dia pindah ke Bekasi. Tapi tetap sekolah di Jakarta. Yang membuat semakin orang-orang kagum adalah dia tidak terlambat datang ke sekolah malah datangnya pagi-pagi banget, saya aja yang rumahnya deket tapi sampe sekolah selalu pas bel -_- agak sedikit malu sih dengan perjuangannya tapi yaa mau gimana lagi. Mungkin sekalipun Fulan telat pasti gak akan diomelin guru karena jarak rumah dan sekolah yg teramat jauh yg membuat guru juga gak akan tega klo kasih poin telat buat dia. Tapi dia selalu mengusahakan agar dia tidak telat masuk sekolah-_- . Memang sebuah perjuangan yg teramat besar. Semoga itu adalah sebagian dari jihadnya.

Jarak bukanlah penghalang dalam beraktivitas. Fulan membuktikan hal itu. Selama di ekskul/di organisasi yg dia ikuti, meskipun rumahnya jauh tapi Fulan tetap hadir ketika syuro (rapat), dan tetap meluangkan waktu untuk datang ke acara itu meskipun saat rapat dia hanya laki-laki sendiri, tapi itu bukanlah halangan baginya. Dari sinilah dia bisa menunjukkan sikap tanggungjawabnya. Mungkin klo laki-laki yang lain jika diposisi dia palingan males banget kali buat hadir rapat. Ya karena itu hal yg membosankan klo kita gak berpikir niatan dari rapat itu apa.



Pada saat pengumuman SNMPTN tiba.....
Hasilnya sangatlah menakjubkan, Alhamdulillah Fulan di terima di salah satu universitas negeri yg ada di Jakarta jurusan kedokteran. Mungkin semua orang kaget tapi kagetnya membuat senang, ya karena ada siswa yg sangat berprestasi dan masuk jurusan kedokteran, itu membuat sebuah rekor luar biasa (lebay ya saya hehe) entah harus berkata apa tapi jujur setelah tau itu makin banyak yg mengagumi dia, Masya Allah. Semoga dia Istiqomah dijalanNya dan menjadi dokter yg bermanfaat untuk dirinya dan orang lain. Aamiin...

Dari sedikit kisah ini, saya mendapatkan sebuah pelajaran bahwa tidak ada yg namanya usaha sia-sia jika kita terus ikhtiar dan tawakal. Terkadang jika kita ingin menggapai sebuah hasil yg luar biasa maka kita harus memperjuangkannya meskipun berat tapi akan terbayar nantinya. Ingat kawan bahwa Allah tidak tidur, dan Allah tau segala apa yang hambaNya lakukan .

Semoga dari kisah singkat ini dapat bermanfaat ^_^

Sabtu, 17 Juni 2017

Jadilah pecinta sejati yang cintanya setegar Salman Al Farisi




Salman al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.

Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.

Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah, pelamaran.

Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua sahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”

Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Keterusterangan yang di luar kiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah  dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.

Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.

“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR Bukhari]

semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah Salman ini.

Minggu, 28 Mei 2017

Mengagumi seseorang

Part 1

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh^_^

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi kisah, yahh bisa dibilang ujung-ujungnya nanti curhat hehe

Pernahkah kalian mengagumi seseorang?
Ya seseorang disana hehe
Entah ini hanyalah sebuah hayalan ataukah kenyataan, sempat berpikir bahwa "ngapain ngagumin orang nanti ujung-ujungnya Baper" tapi kenyataan memang bisa dibilang gitu tapi gk begitu juga (bingung kan hehe) hm

Ketika kita mengagumi seseorang pasti karena ada hal yg kita suka darinya baik sikap, fisik, akhlak dll. Setiap orang mengaguminya beda-beda

Ada sedikit kisah saya dan beberapa orang yg saya kagumi, yaa cukup banyak sih orang yg saya kagumi hehe karena dari sana sayapun bisa belajar darinya

Baiklah saya akan berbagi kisah itu, tapi tak semuanya hehe

Kisah ini terjadi waktu SMA, masa-masa dimana kita banyak menemukan sebuah kejadian yg membuat kita berpikir (itu sih menurut pendapat saya).

Pada waktu itu saya dipertemukan dengan kumpulan orang berhijab panjang-panjang, sempat berpikir "apa gk panas ya pake kaya gitu, apa gk ribet pake begitu, apa gk aneh pake begitu...." Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Hingga sayapun terbawa arus menuju tempat dimana gk pernah saya tempati sedikitpun. Ya tempat itu adalah sebuah organisasi Islam di sekolah saya. Hingga akhirnya pun saya terinspirasi dengan kakak yg berhijab panjang itu. Setelah saya coba untuk menggunakannya, alhasil.... Jadi nyaman banget ^_^ . Semua pertanyaan yg datang dipikiranpun terjawab satu persatu sampai pertanyaanpun terjawab semuanya. Karena sudah dicoba. Do'akan ya teman-teman semoga saya Istiqomah aamiin

Awalnya tak pernah sedikitpun akan berubah kaya gini dalam berpakaian. Tapi Allah punya cara lain, Allah mengarahkan saya ke tempat yg membuat saya nyaman dan mendatangkan  orang-orang yg membuat saya terinspirasi olehnya.

Jadi gk ada kata mustahil di dunia ini, jika Allah berkehendak maka hal mustahil itu akan menjadi mungkin. Teruslah memperbaiki diri :-)

Kemudian saya dipertemukan lagi dengan orang yg dulu saya gk kenal sama dia, tapi karena sekelas ya lama-lama kenal hehe
Awalnya saya biasa aja, saya hanya salut saja dengan ke aktifannya dalam berkomunikasi. Sampai saya ingin bisa aktif juga kaya dia hehe. Lebih tepatnya gk maluan gitu klo ngomong depan banyak orang :-D

Setiap kali ketemu dan dijalan liat, dia selalu Negor beda dengan yg lain. Entah kenapa ini orang hehe,
Entah dari mana harus saya ceritakan, intinya sampai suatu hari dimana saya melihat perubahannya. Perubahannya yg jauh lebih baik. Disitulah saya mulai memperhatikannya (bukannya kenapa-kenapa, hanya saja saya penasaran hehe).
Dia pernah menceritakan dengan suatu hal dimana dia ingin hijrah.
Dalam proses hijrahnya menurut saya berat. Karena dia harus meninggalkan kebiasaannya, ya itu pasti harus dilakukan untuk orang-orang yg ingin berhijrah. Meninggalkan kebiasaan buruknya.
Sampai diapun terlihat menyendiri, sedangkan disekitarnya teman-temannya pada bermain, bermain yg mungkin itu tak ada manfaatnya hm.

Sempat merasa sedih ketika melihatnya termenung sendiri, namun komitmennya untuk berubah bisa dibilang cukup kuat dengan keadaan yg kaya gitu...
Perlahan namun pasti diapun mulai membiasakan setiap pulang sekolah ke masjid untuk sholat dulu baru pulang, dan perlahanpun dia menjauh dari lawan jenis. Bukan karena sombong atau apapun itu, tapi mungkin dia ingin menjaga. Ya dia tak lagi berani menegur saya lagi jika gk ada hal penting :-) . Diapun mulai berhenti mencontek, atau berlaku kecurangan lainnya. Mulai senang membahas soal agama dll.

Dari sedikit kisah itu aku mulai mengaguminya. Mengagumi proses hijrahnya. Hingga aku yakin bahwa memang tak mudah untuk hijrah namun, kalau kita yakin untuk hal kebenaran maka hal yg sulit sekalipun pasti bisa dilewatkan. Tetap semangat ya sahabat ^_^ . Ya, dia adalah sahabat saya :-)

Masih ada beberapa kisah lainnya, yg mungkin akan panjang banget kalau ditulis semua hehe...


Part 2

Pada bagian ini saya akan sedikit membahas mengenai manfaat dari mengagumi seseorang dan akibat ketika kita berlebihan mengaguminya.
Manfaatnya apa sih???
Manfaatnya adalah dengan kita mengagumi seseorang pasti kita menyukai sikap/akhlak/fisiknya dll kan, nah itu yg membuat kita akan termotivasi. Contoh kita mengagumi seseorang karena akhlaknya.
"Wah, dia baca Qur'an nya bagus ya, merdu banget suaranya. Pengen belajar ah, supaya kaya dia" alhasil kita jadi lebih semangat lagi belajar baca Qur'an nya.
Contoh lain "Masya Allah dia tampan ya, baik juga lagi. Suka bantu orang kesulitan. Aku mah boro-boro. Tapi bisa kali ya aku kaya dia" . Dan masih banyak hal lain yg membuat kita semangat dalam hal kebaikan^_^.
Tapi...... Terkadang gk jarang dari kita salah menyikapinya
Memang kita boleh mengagumi seseorang, meskipun itu lawan jenis. Namun ada yg harus kita tau, bahwa sesuatu yg berlebihan itu tidak baik. Sama halnya ketika kita mengagumi seseorang terlalu berlebihan nah kadang ini yg akan membawa kita pada dosa tanpa kita sadari -_- nauzubillah :-(

Contoh kita ambil dari sisi Akhwat dulu. Ya karena Akhwat lebih banyak keperasaan sehingga klo gk bisa mengontrol dirinya ya ujung-ujungnya Baper hehe

Gini, ada seorang Akhwat, dia melihat seorang Ikhwan yg membuat dirinya jadi kagum akan Ikhwan tersebut. Bagaimana tidak, Ikhwan ini pintar, guru-guru pun banyak yg mengaguminya dan diapun suaranya merdu sekali ketika baca Qur'an. Masya Allah banget kan :-D . Sampai Akhwat inipun sangatlah mengaguminya. Akhwat ini dulu tidak pakai hijab, tapi lama-lama diapun memutuskan untuk berhijab, sampai perlahan memperbaiki sikapnya. Diam-diam dia memandangi Ikhwan ini dari jauh. Rasa kagumnya berakhir dengan rasa sukanya terhadap Ikhwan ini -_- . Hingga bagaimanapun caranya Akhwat ini lakukan agar menarik perhatian si Ikhwan ini. Sampai bukti chatannya pun dia sebar luas di sosmed-_- . Miris ketika melihatnya, awalnya saya bersyukur banget karena dia telah berhijab, tapi setelah saya tau niatannya agak sedih-_- niatnya semata-mata karena dia ingin dilihat si Ikhwan.
Ini lah salah satu contoh cara yg salah mengagumi seseorang.

Sedikit tips , jika kita tau kalau kita tipe orang yg mudah suka sama orang dengan berlebihan, lebih baik dihindarkan karena akan bahaya nantinya bila dilanjutkan. Nah caranya adalah sibukkan diri anda dengan berbagai aktivitas. Pastinya aktivitas yg bermanfaat, dan banyak-banyak memiliki teman sesama jenis yg ketika bertemu itu bahasannya bukan tentang "cinta, lawan jenis dan bahasan yg buat Baper lainnya". Dan paling penting adalah Niat. Jangan lupa untuk melakukan sesuatu dengan niat yg baik ^_^

Mengagumi...
Kata ini simple tapi memiliki cabang. Cabang-cabang ini adalah cara yg dilakukan ketika kita mengagumi seseorang.

Ada kisah selain cerita yg saya sampaikan diatas. Kisah ini memiliki kesamaan diawal tetapi ini kebalikannya.
Ada Ikhwan yg diam-diam mengagumi seorang Akhwat, sikap Akhwat ini membuat Ikhwan ini termotivasi untuk berhijrah. Hingga diapun lama-lama berubah jadi lebih baik lagi. Sampai suatu ketika entah apa masalah yg dia rasain. Tiba-tiba diapun berubah, hingga Akhwat ini merasakan perubahannya itu kembali ke sosok dia yg dulu. Ditegurlah Ikhwan ini. Hingga akhirnya ikhwanpun sadar dan mulai kembali memperbaiki dirinya.

Hm... Dari kisah yg saya sampaikan diatas, saya sedikit bingung. Bingung karena  hal yg saya temui itu gk jauh dari sebuah rasa. Kata mengagumi itu memang bisa membuat motivasi tersendiri buat kita, tapi kadang ujung-ujungnya gk jauh dari timbulnya rasa suka hm,

Jadi berhati-hatilah kawan. Terkadang yg kita anggap hal kecil dan biasa saja itu mesti hati-hati karena jika salah tindakan ya berakhir dengan hal besar.

Untuk kalian yg saat ini sedang mengagumi seseorang... Cukuplah dengan diam^_^ . Jika mengaguminya itu membuat perubahan yg lebih baik pada diri kalian maka tetaplah mengaguminya. Ingat !!! Tetaplah niatkan hanya untuk terlihat baik di mata Allah bukan di mata manusia :-)

Yuk memperbaiki diri...
Kita persembahkan untuk "dia" yg namanya tertulis di Lauhul Mahfudz. Dan dia akan melakukan hal yg sama seperti apa yg kita lakukan. Maka lakukanlah yg baik-baik:-D

Percayalah bahwa sejatinya mengagumi yg benar adalah kita yg mengagumi Rasulullah. Karena dia adalah manusia paling sempurna dan dialah suritauladan bagi ummatnya :-)


Ini adalah kisah nyata yg saya lihat sendiri dari orang-orang yg saya temui. Maaf jika ada kesalahan dari penulisan atau kurang bagus dan kurang menarik untuk dibaca.
Saya hanya ingin berbagi kisah-kisah yg pernah saya temui ke kalian. Syukur-syukur dari salah satu tulisan di blog ini bisa menginspirasi aamiin.
Yg buruknya dibuang aja ya, ambil sisi baiknya aja walaupun sedikit hehe. Terimakasih​ sudah membaca ^_^

Wassalamu'alaikum


Senin, 24 April 2017

Wanita

     Hidup memang tak mudah, tapi tak sulit juga. Semua tergantung pada diri sendiri dalam menjalaninya
     Ketika dirundung kesulitan, tak jarang kita pernah mengeluh. Merasa paling sulit sendiri, merasa paling sengsara sendiri bahkan ada juga yang merasa bahwa Allah tak adil, Naudzubillah ๐Ÿ˜ข

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Wanita....
Wanita diciptakan memiliki kepekaan lebih tinggi dibanding laki-laki, bisa dibilang mudah baper hehe ๐Ÿ˜…
Tapi dibalik itu semua, wanita memiliki hati yang kuat (bukan terbuat dari batu ya ๐Ÿ˜)
Kuat disini bisa dibilang tahan banting hehe

Pernahkah kalian melihat atau mendengar dari orang lain atau bahkan pengalaman orang lain tentang wanita yang sanggup mengurusi banyak anak hanya seorang diri, tentang wanita yang merelakan nyawanya hanya untuk anaknya, tentang wanita yang rela banting tulang demi memberikan kebahagiaan untuk anaknya dan masih banyak kisah-kisah pengorbanan wanita lainnya

Kisah itupun masih terjadi di zaman ini, tapi sekarang saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman wanita yang pernah saya temui .....

Ini soal perasaan hati-hati baper hehe


*Kisah Pertama
     Waktu SMP saya memiliki teman wanita, tidak terlalu dekat sih saya sama dia tapi berita tentang dia semua pada tau, yaaa jadi saya pun juga tau hehe ๐Ÿ˜…
     Wanita ini memiliki pacar (jangan ditiru) , katanya sih mereka pacaran dah lama, hmm. Dulu saya pikir pacaran tuh mulus-mulus aja gak ada masalah, eh nyatanya NOL BESAR
Yang diherankan, teman saya ini batu banget, padahal pacarnya itu suka nyakitin dia tapi tetep aja dia mau sama tuh cowo. Ya Allah, miris banget -_- ๐Ÿ˜ข
     Banyak yang nasehatin dia tapi yah tetep aja itu cewe kekeh, kalo dipikir-pikir padahal didunia ini tuh masih banyak laki-laki  bahkan lebih baik dari itu, tapi nih cewe mauan aja gitu meskipun disakitin mulu hatinya.
     Kuat aja itu hati kaya batu yg ditumpuk-tumpuk terus hehe๐Ÿ˜…


*Kisah Kedua
Kisahnya sih gak jauh beda sama kisah wanita pertama tadi.
     Wanita ini teman SMA saya, dia punya pacar (jangan ditiru) tapi bukan satu sekolahan. Pernah sekali-kali saya liat berandanya, disitu ada foto dia sama pacarnya. Terlihat bahagia sih tapi saya bingung, kalo dikelas dia kadang suka tiba-tiba nangis. Nangisnya pun kaya gitu, kadang saya suka ikut sedih juga tapi ternyata dia nangis cuma karena cowonya bohongin dia. Duhhhh... -_- sedih sih kalo liat cewe tuh sering dibohongin tapi kadang kesel juga, udah tau pernah dibohongin ngapain masih dilanjutin coba, duh duh itu hati apa mainan ๐Ÿ˜ข

*Kisah Ketiga
Nah ini beda dari kisah sebelumnya.
     Ada wanita, dia sama kaya wanita pada umumnya yaitu pernah menyukai laki-laki, bedanya adalah cara yang dia lakukan.
     Dia ini tidak pernah pacaran (wahhh... Patut ditiru), dia juga pernah mengagumi seseorang.
Saya cukup salut dengannya, dia menyukai atau mengagumi seseorang tapi tidak ada yang tau kecuali Allah dan sahabatnya. Jarang wanita kaya gini yang pernah saya temui, kebanyakan yah wanita kaya kisah 1 dan 2.

*Kisah Keempat
Kalo yang ini ada kesamaan sama kisah 1 dan 2 tapi ada juga bedanya.
     Wanita ini pernah pacaran tapi alhamdulillah sekarang dah berubah (semoga istiqomah ya ukhti)
     Ketika dia memutuskan untuk berhenti pacaran, nah disinilah awal mulanya, yaitu dia mengikuti suatu organisasi Islam disekolahnya, alhamdulillah disinilah jalan yang Allah berikan untuk dia dan teman-temannya.
     Perlahan namun pasti, dia memperbaiki penampilannya dan disusul dengan sikapnya. Tapi bukan berarti dia tidak mengalami ujian hati lagi -_- . Dia masih mengalaminya.
     Ketika itu dia mengagumi seseorang laki-laki. Ada hasrat untuk memiliki tapi disinilah kasih sayang Allah, Allah hadirkan sahabat yang menguatkan dia. Sampai akhirnya dia menyimpan rapat-rapat perasaannya itu. Bisa dibilang "cinta dalam diam" .

—————————————————————————

Dari keempat kisah ini dapat diambil kesimpulan bahwa sejatinya wanita itu memang memiliki perasaan yang sangat kuat, kuat akan hatinya dan raganya.

Permasalahan yang sering terjadi dizaman ini adalah soal "perasaan" tidak jarang banyak yang salah melangkah untuk mengambil sikap. Mangkanya tak jarang pula banyak yang tersesat.

Dari kisah ini untuk kamu sang wanita kuat, ingin mengalami seperti yang mana? Yang merelakan hatinya disakiti atau dibohongi untuk yang belum mahram kalian atau kalian ingin menjaga hati kalian untuk fulan (yang namanya masih Allah rahasiakan)

Tanyakanlah pada hati kecil kalian, ingat bahwa laki-laki baik hanya untuk wanita baik begitu pula sebaliknya

Lantas ketika masalaluku tidak baik terus aku sekarang berubah menjadi lebih baik, apakah aku bisa mendapatkan laki-laki baik????
Jawabannya adalah Bisa. Jika kita sudah benar-benar bertaubat maka insyaaAllah, Allah mengampuni dosa dimasa lalumu. Karena seseorang tidak dinilai dari masalalunya tapi dinilai dari caranya menjadikan dirinya sekarang sampai nanti lebih baik dari masa lalunya.


Semoga sedikit kisah ini menjadi pelajaran buat kita sebagai wanita. Semua bergantung dari diri kalian masing-masing. Semoga kita bisa membangun negeri ini dengan banyaknya wanita shalehah dan laki-laki shaleh.

Semangat... ๐Ÿ˜Š





Sabtu, 18 Februari 2017

Mengenal Sahabat

Assalamu'alaikum ๐Ÿ˜Š
Hari ini saya akan berbagi sedikit cerita aja nih teman-teman semuanya, gk terlalu bagus sih ceritanya tapi mau sedikit berbagi aja hehe :-D

Jadi gini, saya punya sahabat ya..  gk terlalu banyak sih hehe.. mereka sangat baik dan mereka memiliki sikap yg berbeda-beda. Tapi dari situ saya banyak mendapatkan pelajaran berharga dari mereka.

Disini saya akan menceritakan satu persatu sahabat saya. Persahabatan kita memang belum terlalu lama, tpi mereka sangat mengerti saya. Saya ngerasa nyaman ketika saya cerita ke mereka, karena Alhamdulillah mereka orang yg amanah๐Ÿ˜Š

Sulit banget mencari sahabat yg benar-benar amanah. Karena seperti yg kita tau, banyak yg tadinya sahabat malah jadi musuh. Ya karena ego nya itu, selalu mementingkan perasaan sendiri itu yg akan merusak persahabatan.

Aku memiliki banyak sahabat perempuan (gk banyak juga sih hehe) dan sahabat laki-laki juga. Aku memilih untuk memiliki sahabat laki-laki ya memang karena ingin sahabatan aja sama dia๐Ÿ˜…, dia baik sama kaya sahabat-sahabat ku yg lain..

Bisa dibilang aku lebih suka cerita ke sahabat di banding ke ortu, tapi bukan berarti gk pernah cerita ke ortu ya..
Aku cerita ke ortu yg pasti seputar sekolah dan hal penting lainnya^_^
Kalo sama sahabat mah yaa apa aja juga diceritain+belajar juga hehe...

Dalam menjalani sebuah hubungan persahabatan memang tak selamanya berjalan mulus alias bahagia terus, pasti pernah berantem/ kesel, berselisih paham dan hal lainnya bahkan bisa juga karena perasaan... -_-

Tapi justru disitulah hal yg seru hehe, bukannya seneng karena berantemnya ya tapi seru karena jika kita bisa memahami inti dari masalah tersebut dan mencoba untuk mencari jalan keluarnya itu yg bikin seru

Ingat teman, kita gk akan dewasa klo kita hanya diam aja dalam menghadapi masalah. Karena masalah itu harus dihilangkan dengan cara mencari jalan keluarnya, bukan berdiam diri saja:-)

Dulu pertemanan yg aku jalani entah kenapa yaa biasa aja, dan aku belum sama sekali mengetahui arti sebuah persahabatan. Hingga akhirnya di SMA aku baru tau arti sahabat itu apa.

Sahabat yg pertama dia adalah sosok wanita yg selalu kemana-mana aku sama dia, jadi klo apa-apa ya di kelas sama dia hehe.. Alhamdulillah kita hampir 3 tahun sekelas mulu ^_^
Aku sayang dia, aku selalu berharap dari dulu semoga dia segera berhijab.. (aku tunggu ya Mi hehe)
Dia sahabat yg sangat mengerti, saat aku susah dia selalu ada. Mungkin aku bukan sahabat yg baik buatnya-_- tanpa sadar aku blm bisa mengerti perasaannya dan aku tak selamanya ada disaat dia butuh tapi dia selalu ada saat aku butuh dan dia juga mengerti akan kegiatan ku diluar. Aku selalu meninggalkannya karena tugas yg harus aku jalani. Dibalik itu semua dia tetap selalu mengerti. Aku selalu berharap dia akan selalu bahagia, walaupun bukan karena aku-_-

Ok lanjut ke sahabat selanjutnya hehe...
Sahabat ke 2&3 ini adalah sahabat ku di Rohis. Mereka sama kaya sahabat ku sebelumnya yaitu sama-sama baik ^_^
Aku mengenal mereka sejak kls x karena kita sekelas. Tapi pas kls xi dan XII kita gk sekelas lagi dan disitulah kita mengalami banyak kesalahan pahaman (tidak perlu disebutkan) . Tapi disitu juga kita belajar berpikir dewasa dalam menghadapi suatu masalah, dan sama-sama mencoba memahami satu sama lain.
Mereka adalah sahabat yg menguatkan aku di Rohis. Kita melangkahkan kaki bareng-bareng di sana dan kita berjuang dalam hijrah kita disana.. mereka adalah sosok penguat^_^

Lanjut ke sahabat ke 4
Dia seorang laki-laki. Dia pun sama dengan sahabatku yg lainnya. Sama-sama baik^_^
Aku cukup salut dengannya, karena niatnya untuk hijrah sangatlah bagus. Seperti yg kita liat diluar sana, banyak yg mengisi waktunya dengan hal-hal yg tidaklah bermanfaat dan bahkan banyak yg memilih trus bermain dibanding mencari ilmu.
Nah sahabat aku ini dia berusaha untuk meninggalkan hal negatif itu, (semoga tetap Istiqomah ya^_^)
Disini kita saling berbagi pengalaman masing-masing , saling cerita dan minta solusi klo lagi ada masalah ya pokoknya sama deh ky sahabat yg lainnya.. mungkin bedanya dia lebih dewasa aja jawabnya ya karena dia cowo jadi ya beda jawabannya sama sahabat aku yg cewe hehe..


Sahabat-sahabat ku ini memiliki sifat dan karakter yg berbeda-beda tapi intinya sama yaitu sama-sama baik :-D

Dari mereka aku belajar bisa memahami suatu masalah dari sudut pandangan wanita dan laki-laki ^_^ terima kasih sahabat


Jangan pernah sia-siakan sahabat terbaikmu ya kawan๐Ÿ˜‰



Wassalamu'alaikum:-)











Jumat, 17 Februari 2017

Masalah Pergaulan

Masalah Pergaulan


Pergaulan adalah fitrah bagi manusia sebagai makhluk sosial. Manusia membutuhkan interaksi sosial antara satu dengan yang lain. Mereka saling membutuhkan dan saling tolong-menolong. Mereka bergaul, berteman, berorganisasi, bersekolah, bekerja. Itulah salah satu aktivitas yang membutuhkan pergaulan. Dan saat ini yang menjadi fokus pergaulan yang diamati adalah mengenai pergaulan para remaja saat ini.

Islam mengatur segala pergaulan antara wanita dan laki-laki agar bisa menjaga nafsunya.

Syarat dalam bergaul
1. Menurup aurat dihadapan yang bukan mahram kita. (QS. An-Nur : 30)
2. Islam melarang khalwat.
3. Islam melarang seorang wanita berjalan sehari semalam tanpa didampingi mahram.
4. Islam mengupayakan hubungan kerja sama yang sifatnya umum. (Sebatas belajar, mengajar dll)

Adab-adab bergaul dalam Islam
1. Niatkan untuk meningkatkan kepada Allah. (QS. Al hujrat : 13)
2. Menundukkan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah. (QS. An-Nur : 30)
3. Laki-laki tidak boleh memegang perempuan yang bukan mahramnya begitupun sebaliknya.
4. Laki-laki dan perempuan harus menjaga jarak. Laki-laki tidak sampai mencium wewangian perempuan.
5. Tidak berdua-duaan baik dalam dzhohir maupun batil.
6. Segala pergaulan yang bisa membangkitkan syahwat kita maka haram hukumnya.

Mahram perempuan:
1. Suami (boleh melihat semua bagian tubuh istrinya)
2. Ayah sendiri / ayah mertuanya (sebatas yg boleh terlihat saja)
3. Anak laki-laki sendiri/ anak tiri (sebatas yang boleh terlihat)
4. Saudara laki-laki/ kk (sebatas yang boleh terlihat)
5. Keponakan (sebatasnya saja)
6. Sesama perempuan yang seagama (sebatasnya saja)
7. Hamba sahaya/pembantu (sebatasnya saja)
8. Keponakan dari saudara perempuan/laki-laki
9. Orang-orang yang serumah yang tidak ada syahwat.
10. Anak-anak kecil yang belum ada syahwatnya.























Sabtu, 22 Oktober 2016

La Tahzan

Assalamu'alaikum wr,wb...

Apa kabar nih untuk pembaca setia blog saya ini??
Semoga baik-baik saja ya, aamiin

Di malam Minggu ini gak usah galau, meskipun jomblo gk usah sampe sedih gitu dong.. kan jomblo mulia hehe , menjaga diri sampai halal..
Hari ini saya akan berbagi mengenai kiat-kiat untuk bahagia, jadi tetaplah tersenyum ya ๐Ÿ˜Š

Inilah kiat-kiat untuk bahagia:
1. Lupakan masa lalu dan semua yang telah terjadi,
Kenapa?? ๐Ÿ‘‰Karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan, semakin kamu mengingatnya maka semakin kamu tersiksa sendiri. Jadi tak perlu diingat teruskan๐Ÿ˜…
2. Jangan mudah tergoncang dengan kritikan.
Tetapkan konsisten, tidak mudah goyah akibat kritikan tersebut
3. Beriman kepada Allah
Yakinlah segala sesuatu sudah diatur dengan sedemikian indahnya pada sang Maha segalanya
4. Isilah waktu-waktu luang kamu dengan kegiatan yang bermanfaat, kegiatan yang positif, serta perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang selalu mengingatkanmu pada Allah SWT
5. Jangan mengharapkan ataupun menunggu ucapan terimakasih orang lain
Tetaplah berbuat baik kesemua orang, jangan pikirkan balasan yang didapat dari orang tersebut
6. Tawakal
Serahkanlah semua yang telah kita perjuangkan kepada Allah. Mau hasilnya sesuai kita ataupun enggak, yakinlah bahwa itu yang terbaik untuk kita
7. Selalu merasa bersyukur atas semua nikmat-nikmat yang Allah berikan
8. Yakinlah setiap masalah yang kita hadapi pasti memiliki jalan keluar
Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan setiap hamba-Nya
9. Teruslah berdo'a kepada Allah
Karena-nya lah yang tau segalanya
10. Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan
11. Selalu memohon ampun kepada -Nya
12. Jaga emosimu
Jangan mengikuti nafsu
13. Anggap saja semua musibah yang menimpa kita merupakan cara menghapus dosa-dosa kita


Resepnya apa yaa???
1. Percaya sepenuhnya kepada Allah.
2. Sabar disetiap cobaan ataupun ujian yang datang kepada kita
3. Berpikirlah positif dan bersikap tenang dalam melakukan semua tindakan
4. Menjalin ukhuwah islamiah
5. Menjalin silaturahim yang baik


Jadi untuk kamu, kamu, dan kamu (termasuk saya) yukk sama-sama belajar untuk jadi Muslim/muslimah yang tidak luput dalam kesedihan, bangkit dan katakan bahwa kita bukan manusia yang lemah..  ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช.

Ayooo semangat๐Ÿ˜Š
Jangan jadikan kesedihan terus yang tak berujung, tapi jadikan hari ini, esok dan seterusnya adalah Hari yang lebih baik dari hari-hari sebelumnya..
Aamiin..

Semoga bermanfaat๐Ÿ˜Š

Wassalamu'alaikum wr.wb
























Sabtu, 08 Oktober 2016

Impian lama



Waktu terus berjalan,
Hari terus berganti,
Terselip keinginan untuk merubah semua ini,
Mewujudkan keinginan hati ini yang telah lama..
Andai dia tau, andai dia merasakan

Dulu yang hanya sosok bayi kecil yang tak mengerti apa-apa,
Hanya berteman kan kasih sayang seorang,
Hingga tiba saatnya kini berubah jadi remaja yang telah mengerti,

Andai pahlawan yang anak kecil bilang itu ada,
Andai aku bisa merasakan seperti yang mereka rasakan,
Andai Allah memberikan waktu sedikit saja untukku dan dia,
Andai itu terjadi aku ingin merasakannya
Berada di belakangnya,
Dia berada di depanku,
Yang beralaskan sajadah, ia menjadi imam
Ketika aku dan yang lain menjadi makmumnya

Ingin rasakan pergi bareng, tertawa bareng,
Ingin merasakan seperti yang lain..
Tapi.. ketika itu kita harus menerima segala yang telah Allah tetapkan,
Mungkin keindahan itu tak akan kurasakan saat ini, dan di dunia ini
Keyakinan lah yg membuatku kuat sampai saat ini,
Akan datang keindahan itu, harapan itu, impian itu
Di Surga-Mu. Aamiin








Rabu, 05 Oktober 2016

Bersyukur



Hidup adalah pilihan, baik dan buruk.
Begitupun cinta, cinta karena nafsu atau cinta karena Allah..
Sesungguhnya manusia tak ada yang sempurna kecuali Rasulullah SAW..
Kita hidup di zaman yang terbalik,
Zaman dimana yang baik dibilang buruk, yang buruk dibilang baik
Tempat baik dan gratis jarang didatangi,
Tempat buruk dan bayar tapi banyak yang berminat untuk mendatangi

Zaman dimana orang-orang tau perbuatannya itu salah tapi tetap dilakukan,
Zaman dimana orang-orang senang dengan kehidupan dunia yang sangat menyayangkan,
Zaman dimana orang-orang salah menempatkan diri dan cintanya kepada orang lain..

Semua kehidupan di dunia ini sudah diatur sedemikian indahnya oleh-Nya
Rezeki, maut, jodoh , semua telah diatur oleh-Nya
Dialah Sang Maha Adil..
Dia tau yang terbaik untuk hamba-nya
Tapi.. kita yang kurang bersyukur atas nikmat yang kita dapatkan dari-Nya
Rasa yang selalu kekurangan dan merasa tidak puas itu membuat kita tak tau betapa banyak nikmat yang telah kita dapat dari-Nya

Sama halnya ketika kita mendapatkan rezeki,
Allah berikan apa yang kita butuhkan,
Tapi kita masih mengeluh dengan keinginan kita yang belum terpenuhi
Sesungguhnya keinginan manusia amatlah banyak dan tak ada habisnya
Tapi Dia tau mana yang baik untuk kita,
Dan tak selamanya yang kita inginkan itu baik

Sama halnya dengan jodoh yang telah di tentukan oleh-Nya
Ketidak sabaran kita yang membuat kita terjerumus pada hal yang tak baik
Ketidak mampuan kita melawan nafsu membuat kita memilih jalan yang buruk

Bersahabat lah dengan orang yang jika kamu bersamanya, kamu akan selalu ingat Allah
Dan jika kamu bersamanya, kamu enggan melakukan hal yang tidak baik

Karena sahabat adalah perantara,
Orang yang dikirim Allah untuk mengingatkanmu
Orang yang dikirim Allah untuk menasehatimu

Ketika kamu mulai memilih cintamu terhadap manusia yang belum jadi hak mu,
Disinilah peran sahabat hadir untuk kita
Dia tak pernah lelah untuk mengajak mu kembali mengharapkan hanya pada Tuhan mu
Karena Allah lah Maha tau takdir kita

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

Seringkali kita berpikir,,,
Hidup mereka lebih indah
Rezeki mereka lebih banyak
Mereka lebih bahagia, seperti tak ada masalah
Mereka punya banyak orang yang menyayanginya
Temanpun mereka punya banyak
Dengan mudahnya, merekapun dapat orang yg dicintainya..
Tapi...
Anggapan ini salah,
kita yang tak pernah bersyukur atas apa yang Allah berikan,
Kita tak tau perasaan mereka
Mereka tak pernah menunjukkan masalah mereka
Mereka tak pernah mengeluh dengan masalahnya
Mangkanya kita sering kali beranggapan bahwa mereka hidupnya lebih baik dari kita. Padahal kita tak tau yang sebenarnya perasaan mereka.











Sabtu, 24 September 2016

Perjalanan


Lika Liku Kehidupan


Detik demi detik,, hari demi hari,, bulan demi bulan,, tahun demi tahun,,
Begitu cepat terlewatkan tanpa sadar banyak hal yang dilalui baik suka/duka.
Kisah ini menceritakan perjalanan saya, mungkin kurang menarik hehe. Tapi semoga bermanfaat... ๐Ÿ˜Š

Masa lalu semua orang pastilah berbeda-beda, tergantung dari diri masing-masing ingin menjalani masa itu seperti apa,
Tapi dari masa itu kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga yang mungkin sebagai penyemangat kita kedepannya, yaaahh... Walaupun tak semua orang mengalami begitu.


Diam memang tak bisa diartikan, tapi dengan diam membuat diri ini dilatih tuk bersabar
     Andai diri ini mampu,
     Andai hal itu boleh
     Mungkin diri ini mampu mengungkapkannya,
     Mungkin sudah tertulis banyak kata dilembar kertas ini..

Setiap kata tersusun sedemikian indah, saat diri ini tak mampu mengutarakannya
Setiap kejadian tercatat dalam buku kecil, tanpa bosan tuk menulisnya

Jika setiap orang tau masa depan tak ada lagi yang namanya keindahan...
Keindahan saat-saat menanti, baik itu rezeki, ataupun jodoh yang telah diatur sedemikian indahnya oleh-Nya.
Yakin, penantian tak akan pernah berakhir sia-sia ๐Ÿ˜Š

Waktu di dunia ini lama, tapi akan terasa cepat bila dijalani dengan hal-hal tidak bermanfaat
Yaa, itu yang pernah saya rasakan ketika saya sibuk memilih bermain diluar sana, yang mungkin tanpa saya sadari ada orang yang dengan setia menunggu saya dirumah, yang dengan sabar akan sikap masa kecil saya, yang memarahi saya dengan lembutnya ketika diri ini salah,
Dialah ibu,, sang bidadari hidupku

Jika diri ini mampu berpikir kedepannya mungkin kita akan lebih memilih tuk menuruti segala nasihatnya.
Ketika diri ini sedang asik dengan permainan,
Ketika diri ini tak ingin diganggu
Ketika diri ini hanya memperdulikan orang lain, dan
Ketika diri ini jauh dari Allah

Semua terasa sangat menyedihkan, saat kita tau,
Semua yang kita lakukan sangatlah tak bermanfaat
Sampai pada suatu ketika,, semua itu terbalaskan
Sifat asli orang itu terbongkar

Ketika diri ini hanya bergantung kepadanya (teman)
Ketika diri ini lebih memilih teman dari pada sang bidadari
Maka ketika itu pula, Allah tunjukkan siapa mereka sesungguhnya.

Manusia memang tak bisa hidup sendiri, tapi bukan berarti kita selalu bergantung pada orang lain.
Bergantunglah hanya kepada Allah, Dia yang pasti akan membantumu, Dia yang tau akan perasaanmu,
karena teman yang baik , jika kita bersamanya , kita akan mengingat Allah SWT.

Setelah saya tau semua itu, saya mencoba untuk tidak bermain dengan mereka lagi
Hal hasil apa yang saya lakukan itu tak sia-sia. Karena Allah telah memberi tau yang sesungguhnya

Bersyukur ketika kita meninggalkan orang lain karena ingin berbakti kepada orang tua, pasti apa yang kita lakukan tak akan berakhir penyesalan..

Pergaulan bebas yang telah merenggut teman masa kecil saya,
Karena cinta yang salah yang membutakan mata hatinya,
Masa remajanya berubah menjadi masa dewasanya, tanpa melewati masa-masa remaja terlebih dahulu,
Ketika kebahagiaannya berubah jadi penyesalannya..

Saya sangat bersyukur, Allah menyayangi saya
Dia tunjukkan jalan yang membawa saya pada kehidupan yang lebih baik,
Dia tak membiarkan saya untuk terus bersenang-senang didunia yang fana ini, bersenang-senang dengan orang-orang yang lupa kepada-Nya.


Hari-hari terus dijalani tanpa sedikitpun berniat untuk mengingat masa lalu itu
Sampai pada suatu masa, dimana diri ini memutuskan tuk berhijab..
Waktu berjalan tanpa henti, dan hari yang dijalanipun banyak hal yang membuat diri ini yakin dengan pilahan tuk tetap istiqomah.

Banyak yang merasa tak biasa dengan perubahan ini,
Tapi entah kenapa hati ini semakin yakin dengan rencana Allah itu indah..
Dan pada suatu ketika, Allah mengizinkanku tuk mendengan percakapan temanku (ikhwan)
Salah seorang dari mereka bilang “kalo nyari pacar mah yang modelnya kaya cabe-cabean aja, yang gak pake kerudung, nanti kalo mau nyari istri baru gua cari yang pake kerudung, yang sholehah”
Begitulah kata yang terucap dari salah satu ikhwan disana.

Betapa sedih dan miris sekali ketika kita tau bahwa wanita tak berhijab hanya dijadikan mainan dan pemuas nafsu para ikhwan yang tak bertanggung jawab
Jika memang begitu, maukah kamu jadi mainannya????  Jangan mau,
Persembahkanlah dirimu hanya untuk ikhwan yang sudah sah jadi imammu saja. Jangan persembahkan untuk ikhwan yang tak bertanggungjawab
Untuk itu yukkk perbaiki diri kita, karena jodoh itu cerminan dari diri kita sendiri,
Tidak usah takut kehabisan ikhwan hehe, karena semua sudah punya jodohnya masing-masing, jadi gak mungkin tertukarkan.. hehe
Dari kejadian itu, yang membuat hati ini yakin untuk tetap berhijab, yahh walau belum syar’i..
Tapi yakinlah bahwa Allah pasti tau dan menghargai proses hambaNya yang benar-benar berniat untuk berubah ^_^


Entah berawal dari kapan, tapi lebih tepatnya perubahan diri ini terjadi  ketika saya mengikuti sebuah organisasi Islam di sekolah saya (Rohis).
Disini saya baru tau betapa indah Allah menciptakan wanita,
Banyak keistimewaan yang dimiliki seorang wanita
Dan berhijab itu bukan pilihan tapi kewajiban seorang muslimah

Firman Allah:
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. . . QS. Al-Ahzab : 59

“Dan katakanlah kepadapara perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) telihat. Dan hendaklah merek menutupkan kain kerudung  kedadanya, .... “ QS. An-Nuur : 31

Jadi tak ada alasan lagi untuk tidak behijab,
Manfaatnya banyak banget... yang pasti
Hijab tak mempersulit aktivitasmu,
Hijab tak membuat rambutmu rusak, justru malah akan memperindah rambutmu karena terlindungi,
Hijab tak membuat kamu tak mendapatkan kerja, karena kerjaan yang baik tidak melihat dari luarnya saja,
Hijab membuatmu aman dari godaan ikhwan yang tak bertanggungjawab,
Hijab menjaga kulitmu agar sinar matahari tak langsung mengenai kulitmu,
Dan masih banyak manfaat lainnya..
Tapi jalaninya dengan niat karena Allah yaa ukhti.


Dizaman yang seperti ini memang berat ketika kita ingin hijrah, merubah semua masa lalu yang tak baik menjadi lebih baik
Tapi yakinlah kalau kita bisa melakukannya, bersama sahabat-sahabat kita. Dan kita mampu melewati semua ujian kehidupan ini karena bantuan Allah.. ^_^

Cinta itu fitrah, tapi jangan pernah salah menempatkannya,
Jika kita selalu bergantung hanya kepada orang yang kita cinta, dan kita melupakan kehadiran-Nya
Maka bersiaplah untuk terluka,
Seperti halnya di dunia yang sekarang ini mungkin tak asing lagi mendengar kata pacaran
Dan ujung-ujungnya pasti nangis, berantem, musuhan, kata-kataan dll 
Tapi entah kenapa mereka masih melakukannya walaupun beribu-ribu disakiti atau apalah itu namanya .. hmm

Padahal tanpa pacaranpun kita bisa merasakan keindahan yang jauh lebih indah dari pacaran yang mereka sebutkan,
Padahal jomblo itu cara lebih baik dalam penantian , kita bisa mendapatkan perhatian dari orang tua, teman, sahabat dan lainnya
Bermain dengan siapa aja, tapi tetap ada batasan-batasannya biar tidak melebur
Menjaga hati untuk orang yang tepat
Tidak menyakiti ataupun merasa disakiti
Dan masih banyak lagi..

Jika ada yang bilang dia mencintaimu karena Allah, itu bohong. Karena yang benar-benar tulus mencintaimu tidak mungkin mengajak kamu pacaran
Jadi sekeras apapun kita mencari pacar yang sholeh/sholehah tidak  akan pernah kita temukan, karena orang yang sholeh/sholehah tidak akan pacaran.

Untuk kamu yang sedang berusaha untuk tidak pacaran lagi, ayoo semangat,, kamu pasti bisa
Yakinlah apa yang kamu pilih saat ini adalah hal yang benar, karena kamu berusaha untuk menjaga hatimu untuk dia yang mungkin saat ini melakukan apa yang kamu lakukan..
Karena menjalin hubungan terlarang tidak akan pernah membawamu pada sebuah kebahagiaan
Justru membawa dirimu pada sebuah rasa sakit yang teramat dalam ketika kamu hanya menggantungkan harapanmu hanya kepada manusia,
Jangan khawatir, janji Allah itu pasti.
Bersabarlah, dan sebelum masa itu datang.. bersiap-siaplah dulu memperbaiki diri
Apa yang kita lakukan saat ini, mungkin sama seperti apa yang dia lakukan saat ini juga
Karena dia adalah cerminan dari diri kita sendiri
Berusahalah dan berdo’alah setiap apa yang kamu lakukan
Kedepannya seperti apa, serahkanlah kepada Allah SWT. Karena hanya Dia lah yang tau segalanya

_Indah pada waktunya_



Semoga bermanfaat, bila ada kata-kata yang kurang berkenan bagi pembaca, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih














Sabtu, 17 September 2016

Indah Pada Waktunya

Dalam Diam Menanti Keindahan




Masa remaja adalah masa dimana mereka mencari jati dirinya. Kesenangan dunia adalah hal yang sering sekali mereka cari. Banyak orang yang lebih memilih dunianya dibanding akhiratnya.
Ada remaja yang memilih untuk berdiam diri dirumahnya, dan adapula remaja yang memilih untuk keluar dengan teman-temannya. Tergantung dari masing-masing remaja itu sendiri, menempatkan dirinya diposisi apa.
Dunia memang indah ketika kita menikmati keindahannya, tapi dunia akan berbalik menyesatkan kita apa bila kita tak bisa memanfaatkannya dengan baik. Akhiratlah tempat abadi kita. Mencari kebahagiaan dunia, akan kita dapatkan dunia itu. Tpi mencari kebahagiaan akhirat maka dunia dan akhirat akan kita dapatkan. Lantas diposisi apakah remaja ku ini??? Hmm..

Kerap kali hati ini terus bertanya apakah yang dilakukan ini benar atau tidak,
Langkah kaki terus menyelusuri jalan yang entah akan membawaku kemana,
Kesendirian membuat hati ini bimbang dengan jalan yang dilalui
Entah benar atau tidak, tapi kaki ini terus melangkah
Sampai akhirnya ku dipertemukan dengan mereka..
Teman-teman seperjuangan, teman-teman Rohis ku, teman-teman yang mendukungku disaat yang lain mengabaikan ku, teman-teman yang menguatkan ku disaat diri ini terpuruk, teman-teman yang rela meluangkan waktu, pikiran dan tenaga hanya untuk kebaikan

Mereka adalah saksi dari proses hijrah ku



Air terus mengalir entah kapan akan berakhir
Angin terus berhembus entah kapan akan berhenti
Begitupun dengan kehidupan ini, tak ada satu orangpun yang tau kapan akan berhenti perjalanan kehidupan Bumi Allah ini
Semua sudah tercatat, dan hanya Allah-lah yang tau..
Rezeki, maut, jodoh sudah ditentukan jauh sebelum kita dilahirkan di dunia ini
Semua manusia ingin sekali mengetahuinya tapi itu mustahil,
Ya itu mustahil, tapi ingatlah semua itu sudah diatur seindah mungkin,
Keindahan itu akan didapatkan bagi orang-orang yang sabar..

Dalam kesendirian ini ku hanya bisa diam menahan perasaan ini,
Dalam kesendirian ini ku hanya bisa mengutarakannya dengan do'a dan kata-kata,
Dalam kesendirian ini ku menanti keindahan itu,
Keindahan yang telah-Dia janjikan untuk orang-orang yang sabar,
Akankah aku termasuk didalamnya atau tidak aku tak tahu,
Tapi entah kenapa diri ini yakin, yakin itu akan terjadi..

".... Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik(pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga)." QS.An-Nur : 26

Memang sulit hidup di dunia ini kalau kita slalu menganggapnya sulit, tanpa ada perjuangan tuk berubah
Berubah tak cukup dengan lisan, tapi mulailah dari niat
Niat yang baik, niat yang kuat akan mencapai pada perubahan..
"Allah selalu ada"
Masa lalu yang kelam kerap kali terselip dalam pikiran, akankah masa itu Allah ampunkan semua dosa ku-_-
Ingin kembali ke masa itu, tuk merubahnya menjadi masa yg lebih baik lagi
Tapi itu tak mungkin, karena kita tak bisa mengembalikan waktu itu
Kini waktunya tuk mengubah masa kini,dan masa depan yang jauh lebih baik dari masa lalu
Bersama sahabat๐Ÿ˜Š




Dia-lah Sang Pembolak balikan hati manusia,
Terapkanlah hati ini pada orang yang tepat,
Orang yang mena'ati-Mu,
Orang yang mementingkan agamanya dibanding kepentingan dirinya sendiri
Orang yang mencintai Engkau dan Rasul-Mu ya Allah.

Hanya berharap keindahan itu akan datang,
Ketika kita bertemu atas seizin-Nya
Setelah sekian lama menunggu
Memantaskan diri,
Sampai jawaban dari semua pertanyaan ini terjawab semua di suatu hari,
Yaa.. di suatu hari yang tepat,

_Aku, Allah dan dia_