Sudah lama tidak nulis di blog ini. Banyak hal yang dilewati dan entah kenapa ingin sedikit sharing seputar orang tua dan anak.
Kali ini aku mau membahas tentang Tuntunan atau Tuntutan?. Pernah denger, lihat atau bahkan ngerasain tidak kita di minta untuk jadi anak baik, rajin ngaji, nilai bagus, prestasi banyak, harus jadi dokter, polisi, TNI dll oleh orang tua kita?. Nah dari hal tersebut menurut kalian itu sebuah Tuntunan atau Tuntutan?. Hayoo... jangan-jangan selama ini kita sebagai orang tua justru malah kebanyakan nuntut anak untuk bisa jadi seperti apa yang kita mau😥 naudzubillah...
Sedikit cerita, dulu waktu masih ngajar les. Aku selalu bilang ke anak-anak lesku "dek, belajar itu bisa sama siapa saja yang terpenting kalian paham sama pelajarannya. Mau nanti hasilnya bagus atau tidak itu bukanlah sebuah hal yang harus ditakutkan. Karena percumakan kalo nilainya bagus tapi kalian pakai cara yang tidak baik kaya misalnya mencontek sama teman atau mencontek sendiri. Nilainya bagus tapi kalian tidak ngerti sama apa yang kalian pelajari. Karena nanti yang akan berlaku itu apa yang kalian pahami bukan diliat hanya dari nilainya saja. Kalo nilai kalian masih kurang bagus ya tidak apa-apa. Itu tandanya kalian harus lebih rajin lagi untuk belajarnya😊"
Terus anak itu jawab begini "kalo mamaku maksa aku harus nilai bagus dan juara kelas ka. Coba aja mamaku kaya kakak"
Aku pun diam sejenak pas denger kalimat itu dan berpikir, jadi selama ini masih ada orang tua yang menuntut anaknya untuk seperti apa yang mereka inginkan tapi mereka sendiri tidak memberi contoh untuk anaknya. Kebanyakan mereka memilih untuk anaknya diajarkan oleh orang lain dan menuntut anaknya untuk dapat nilai bagus dan juara kelas. Lalu ketika hasilnya gak sesuai ekspektasi apakah orang tua itu marah???
Terus gimana kalau secara pendidikan orang tua kita kurang, jadi memilih anaknya untuk di ajarkan oleh orang lain? Yah, okelah secara pendidikan mungkin orang tua kurang ahli gakpapa mangkanya memilih cara lain supaya anaknya bisa belajar jauh lebih baik dari orang tuanya. Tapi bisakan kita tak perlu banyak menuntut anak!. Apakah dengan menuntut anak kita bisa menjamin kedepannya anak akan sukses?
Berbicara soal masa depan, gak ada yang tau akan seperti apa. Orang yang pintar secara akademikpun gak bisa dijamin dia sukses kedepannya dan orang yang sulit untuk mendapatkan pendidikanpun belum tentu dia susah terus kedepannya siapa tau dia jadi orang sukses dalam bisnisnya. Semua gak ada yang taukan kedepannya akan seperti apa.
Yang terpenting adalah sudah seberapa besarkah kita mengajarkan nilai kebaikan untuk anak kita, contoh kecil membuang sampah ditempat sampah, tidak mencontek teman, mengucapkan tolong, terimakasih dan maaf jika salah dan lain sebagainya.
Lalu sudah bisakah kita jadi tauladan yang baik untuk anak kita?.
Gimana anak mau jadi seperti yang kita mau, kalau kita sendiri aja belum mampu jadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita. Anak itu peniru yang baik. Pertama kali dia belajar ya dari ibunya, dari ayahnya dan dari lingkungan rumahnya. Kalau kita sebagai objek pertama yang anak tiru malah kita tidak berperilaku baik terus anak malah ikut seperti apa yang kita lakukan. Kita mau marah sama siapa? Anak?
Jangan ya moms...
Dukung dan temani tumbuh kembang anak sebaik mungkin, sebelum itu yuk sama-sama memperbaiki diri untuk bisa jadi tauladan yang baik untuk anak-anak kita. Karena kita adalah madrasah pertama.
